Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tiga orang yang terkena bacokan oleh orang tidak dikenal di Jalan Solo–Tawangmangu, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (21/6/2026), merupakan anggota bela diri Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun atau PSHT 17.
Pasca kejadian itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum melalui kepolisian wilayah Kabupaten Karanganyar.
Hal itu disampaikan Ketua Cabang PSHT Karanganyar Pusat Madiun atau PSHT 17, Sutarmo.
"Tiga orang yang kena bacok itu merupakan anggota kami. Kita akan tempuh jalur hukum," kata Sutarmo, Senin (22/6/2026).
Sutarmo mengatakan, tiga anggotanya yang menjadi korban bacokan tersebut berasal dari Desa Karangpandan dan Kelurahan Lalung.
Ia mengatakan, satu orang menjalani operasi karena mengalami luka bacok di bagian tangan, sementara dua orang lainnya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
"Korban mengalami luka bacok di tangan, sudah menjalani operasi, dan kini rawat jalan," ungkapnya.
Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat malam pengesahan.
Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan imbauan agar tidak datang ke lokasi malam pengesahan apabila tidak memiliki kepentingan.
Baca juga: Kondisi 3 Korban Pembacokan Klewang di Karanganyar : Bercucuran Darah, Dilarikan ke RSUD dr Moewardi
"Saya turut prihatin. Kami dari cabang membantu korban untuk meringankan beban keluarga. Ini termasuk pelanggaran, sehingga kami mengerahkan LBH untuk membuat laporan ke Polres Karanganyar," ungkapnya.
"Itu terjadi saat malam pengesahan. Kami sudah mengimbau kepada warga yang tidak berkepentingan dan tidak bertugas agar tidak datang ke pengesahan. Namun, tidak semua imbauan diterima. Jiwa muda ingin bertemu dan sulit dikendalikan komunikasinya," ungkapnya. (*)