TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Mobil truk mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ratu Sepudak, Kelurahan Setapuk Kecil, Singkawang Utara, Kota Singkawang pada Senin 22 Juni 2026.
Lokasi kejadian masih berada di sekitaran Rumah Wakil Wali Kota Singkawang.
Dari rekaman CCTV di Pos Pemantau Simpang Empat sekitaran Rumah Wakil Wali Kota Singkawang, terlihat mobil truk tersebut hilang kendali hingga akhirnya mengalami kecelakaan tunggal di lokasi itu dan menabrak jembatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Singkawang, Zanuar membenarkan insiden tersebut.
Ia mengatakan insiden kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Sekira pukul 08.30 WIB, telah terjadi peristiwa kecelakaan tunggal kendaraan Mitsubishi L. Truck," katanya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Senin sore.
Ia menjelaskan kendaraan truk tersebut dari arah Kota Singkawang hendak menuju ke arah Sambas.
• Profil Kecamatan Singkawang Barat Lengkap Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kelurahan
Kejadian terjadi diduga menghindari kendaraan Sepeda motor Vario yang berada searah di depan pengemudi mobil truk tersebut.
Sehingga mobil truk pun melakukan gerakan menghindar ke kiri.
"Dikarenakan jarak yang sudah dekat dengan pembatas jembatan sehingga kecelakaan tunggal tidak dapat dihindarkan," ucapnya.
Beruntungnya, dari insiden ini tidak ada korban jiwa dan hanya mengalami kerusakan material.
Kasus kecelakaan tunggal di Kota Singkawang sebelumnya dialami Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin pada pada 8 Februari 2026.
Ia mengalami kecelakaan tunggal di simpang lampu merah Jalan P. Diponegoro.
Akibatnya ia harus dilarikan ke RSUD Abdul Aziz, dan menjalani operasi selama hampir 6 jam akibat patah tulang bahu kiri dan pergelangan tangan kiri.
Kecelakaan tunggal itu terjadi usai Muhammadin seharian menghadiri agenda resmi, termasuk pembagian paket Imlek di Kelenteng Fuk Nung Kiung dan peninjauan jalan di Singkawang Selatan.
Dalam perjalanan pulang, orang nomor dua di Kota Singkawang itu mengalami kecelakaan tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain.
Ia harus dioperasi sebanyak dua kali dengan total durasi hampir 6 jam.
(*)