SURYA.co.id, SURABAYA – Sebuah rumah dengan arsitektur super ramping mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Rumah dua lantai yang berdiri di lahan yang sangat terbatas ini menarik perhatian netizen karena bentuknya yang ekstrem namun tetap fungsional sebagai hunian.
Berdasarkan petunjuk visual di lokasi, rumah unik ini terletak di kawasan pemukiman padat.
Berdasarkan video yang diterima SURYA.co.id, dari bagian luar (eksterior), rumah ini memiliki fasad yang sangat mencolok dengan perpaduan warna yang berani.
Sisi depan dan sudut rumah dicat dengan warna kuning-oranye terang, sementara dinding sampingnya diberi warna hijau muda.
Jika dilihat dari sudut tertentu, rumah ini tampak seperti "selembar dinding" karena lebarnya yang sangat minim.
Namun, keterbatasan lahan tersebut disiasati dengan pembangunan secara vertikal.
Bagian dalam rumah dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan setiap jengkal ruang yang ada:
Baca juga: Viral Rumah Kontrakan Berbentuk Meruncing di Bulak Surabaya, Ini Penampakannya
Dalam video yang beredar, terdengar suara seorang pria yang mempromosikan rumah tersebut sebagai hunian kontrakan yang siap huni. Sang perekam menekankan bahwa rumah minimalis ini sangat cocok untuk pasangan baru atau keluarga dengan jumlah anggota yang sedikit.
"Yang membutuhkan kontrakan untuk keluarga kecil... Ini ya, untuk keluarga kecil. Bawah kamar mandi (dan) dapur. Naik lantai dua, atas sudah kamar, satu kamar aja ya. Nah, ini terasnya," ujar perekam.
Fenomena rumah super tipis atau slender house seperti ini semakin sering ditemukan di kota-kota besar di Indonesia.
Hal ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat dan pemilik lahan memutar otak untuk menyiasati harga tanah yang semakin melambung tinggi serta keterbatasan lahan di area perkotaan.
Meski ukurannya tidak biasa, rumah ini dinilai netizen sangat kreatif karena tetap berhasil menyediakan fasilitas dasar rumah tangga seperti dapur, kamar mandi, tempat tidur, hingga ruang terbuka di lantai atas.
Rumah mungil ini berada di Jalan Bulak Cumpat Srono IV, Kelurahan/Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, serta dikontrakkan oleh pemiliknya, sekaligus warga setempat, Agus Sanjaya.
Hingga Senin (22/6/2026), postingan foto rumah mini tersebut telah dibagikan ratusan kali, dan ditanggapi beragam emoji, maupun komentar oleh ribuan netizen.
Agus Sanjaya mengungkapkan, sebelum berdiri bangunan, kondisinya masih berupa tanah yang terletak di pojok kampung, milik tetangga sekitar.
“Itu punya tetangga yang dijual, lalu saya beli masih berupa tanah. Kemudian saya urus surat administrasinya, baru saya bangun rumah kontrakan,” ungkap Agus ditemui SURYA.co.id, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, bangunan rumah kontrakan belum genap satu tahun. Dirinya mengaku proses transaksi jual beli terjadi pada antara bulan Oktober-November tahun 2025.
“Ukuran 5×5, jadi 25 meter. Terus saya sama tukang yang masih keponakan berdiskusi. Hingga sepakat dibangun rumah meruncing pada Januari 2026, dan baru rampung,” tuturnya.
Ia merinci fasilitas rumah kontrakan yang ditawarkan beragam.
Mulai dari lantai 1 terdiri dari kamar mandi, dapur, dan ruang tamu. Lalu Lantai 2 kamar dan teras depan.
“Bentuk rumah kami terinspirasi usai lihat di internet, browsing seperti rumahnya orang Jepang gitu. Model rumah dan posisinya dari situ kami tiru,” imbuh Agus.
Agus membenarkan jika ia sengaja memasarkan rumah kontrakan miliknya di media sosial.
Dia tidak menyangka, postingan yang diunggah menjadi buah bibir netizen.
“Tidak menyangka bisa viral. Banyak yang tanya, sejak belum jadi rumah saya dihubungi. Begitu kelihatan wujudnya, ada 2 sampai 3 pasangan suami istri baru cari informasi kontrakan saya,” jelasnya.
Meski rumah yang dikontrakkan berbeda, namun Agus menjamin dapat memberikan kenyamanan, serta keamanan masyarakat, khususnya yang baru menjalin rumah tangga.
“Pasti memberikan keamanan dan kenyaman bagi yang ngontrak. Terus juga bisa menjadi rumah kecil yang bahagia, dengan konsep orang Jepang. Kecil tapi membawa suasana senang,” tandas Agus.