Sosok Siti Nur Adlina Paskibraka Nasional Asal Kalsel, Siswi MA Hidayatullah Ingin Harumkan Banua
Ratino Taufik June 23, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Siti Nur Adlina, siap membuktikan kesiapan dirinya setelah diumumkan lolos calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Nasional oleh Panitia Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI di youtube resminya, Senin (22/6).

Mewakili Kalimantan Selatan, Adlina mengaku bangga atas raihan ini. Hal ini berkat dukugan kedua orangtuanya dan senior-senior pembinanya di Paskib. “Yang pastinya tak menyangka namun kini bangga,” kata remaja yang tinggal di Jalan P Abdurrahman, Kelurahan Keraton, Martapura itu.

Perjalanan Adlina, anak bungsu enam bersaudara pasangan pensiunan dosen Fakultas Kehutanan ULM dan guru Guru Kimia MA Hidayatullah/SMIH Martapura itu tidak mudah.

Adlina harus melewati serangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.

Adliana mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes wawasan kebangsaan, intelegensia umum, pemeriksaan kesehatan, peraturan baris berbaris, kesamaptaan, minat bakat hingga wawancara.

“Kemarin setelah lolos di tingkat kabupaten dan provinsi, saya kembali mengikuti seleksi nasional di Jakarta selama empat hari tiga malam, dan alhamdulilah akhirnya lolos seleksi,” kata perempuan dengan tinggi badan 168 sentimeter itu.

Usai pengumuman ini, kata Adlina, dia bertekad meningkatkan latihan fisik, memperkuat kemampuan praktik peraturan baris berbaris, serta berlatih membawa baki sebagai bagian dari persiapan jika mendapat amanah dalam upacara kenegaraan.

Adlina pun menceritakan ketertarikannya menjadi Paskibraka berawal dari sosialisasi yang dilakukan para Duta Pancasila di sekolahnya. Sejak saat itu, gadis kelahiran Martapura, 15 Juli 2010 tersebut mulai berlatih disiplin baris-berbaris dan meningkatkan kemampuan fisik bersama para senior.

Baca juga: Bobol Pintu Belakang, Pencuri Bawa Uang Rp42 Juta dan Emas 25 Gram Milik Warga Balangan Kalsel

Adlina kini berharap prestasi lolos sebagai Paskibraka Nasional itu bisa menjadi batu loncatan yang dia cita-citakan, bersekolah di kedinasan. “Seperti juga harapan saya dapat membawa nama baik Kabupaten Banjar, sekolahnya, serta mengharumkan Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” harapnya.

Saat ditemui, ibunda Adlina yakni Hj Siti Hasanah, bersyukur dan sangat bangga karena atas pencapaian prestasi anaknya yang dinyatakan lulus seleksi Paskibraka Nasional 2026.

“Kami orang-orang terdekat pastinya mendukung, termasuk dari pihak sekolah serta dari pimpinan sekolah, kepala sekolah, kemudian dari pihak pesantren yang selalu mendukung dan membantu untuk kesuksesan ini,” terangnya.

Sang bunda tahu jika anaknya akan menjalani karantina yang berat nantinya, karena itu dia memohon doa kepada semua agar Adlina bisa dilancarkan dan dimudahkan sejak karantina dan ketika hari pengibaran di Istana Negara.

Adapun sang ayah, mengucap terimakasih kepada semua pihak yang mendukung anaknya hinggga lolos ke tahap ini. “Termasuk ke pak Bupati Banjar, ke Pemprov dan semuanya, semoga nanti nanti dukunganya terus mengalir kepada generasi yang selanjutnya,” kata dia.

Kepala MA Hidayatullah, Abdul Basit mengucap syukur alhamdulillah dan merasa bangga atas terpilihnya Adlina sebagai anggota Paskibraka Nasional.

 “Bagi kami, prestasi ini bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Siti Nur Adlina dikenal sebagai pribadi yang baik, santun, rajin, disiplin, serta memiliki semangat belajar yang tinggi, “ kata dia.

Sementara, Joko Sutrisno, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama Kesbangpol Banjar, menilai Adlina adalah anak yang sederhana yang mempunyai semangat tinggi.

Disampaikanya juga, dari enam siswa asal Kalsel yang diikutkan seleksi paskibraka ada dua orang dinyatakan lolos. Mereka adalah I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari SMAN 7 Banjarmasin, serta Adlina.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.