Manado (ANTARA) - Rusdi Talahata (53), warga Desa Kadodi, Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, menyebutkan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan perlindungan optimal saat harus berjuang melawan penyakit.

"Di tengah keterbatasan ekonomi, saya bersyukur karena program JKN hadir memberikan perlindungan kesehatan sehingga mendapatkan pelayanan medis dengan cepat tanpa harus memikirkan biaya pengobatan," kata Rusdi di RSUD Luwuk, Selasa.

Rusdi, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung pemerintah pusat mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya sering merasakan sesak pada bagian pernapasan, nyeri dada hebat, hingga batuk yang terkadang disertai darah.

Dengan kondisi tersebut, dirinya segera dibawa ke Puskesmas Lobu untuk mendapatkan penanganan medis.

“Awalnya saya sempat dibawa ke Puskesmas Lobu, lalu langsung diberikan rujukan ke RSUD Luwuk. Pelayanannya bagus dan tindakannya cepat,” ujar Rusdi.

Ia mengungkapkan, keberadaan BPJS Kesehatan melalui Program JKN sangat membantu masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu seperti dirinya.

Menurut dia, tanpa adanya jaminan kesehatan dari pemerintah, dirinya dan keluarga akan kesulitan mendapatkan pengobatan karena keterbatasan biaya.

“Adanya BPJS Kesehatan membuat masyarakat bisa berobat dengan mudah tanpa khawatir terhadap biaya. Karena saya dan keluarga ini orang susah, jadi kalau mau daftar sebagai peserta mandiri kami tidak tahu harus dapat uang dari mana,” katanya.

Rusdi juga bersyukur karena pemerintah memberikan jaminan kesehatan gratis melalui Program JKN bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hal tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan secara layak.

“Untungnya pemerintah memberikan jaminan kesehatan secara gratis melalui Program JKN yang iurannya dibayarkan pemerintah. Ini sangat memberikan kemudahan bagi kami untuk mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir terhadap biaya,” ungkapnya.

Menurut Rusdi, biaya pengobatan dan kebutuhan obat selama menjalani perawatan tentu akan sangat besar apabila harus ditanggung secara pribadi.

Karena itu, ia merasa lebih tenang saat menjalani pengobatan dengan kepesertaan JKN yang dimilikinya.

“Bayangkan saja setiap hari kita membutuhkan pelayanan dan obat-obatan selama 10 hari perawatan dengan uang pribadi, berapa juta yang harus dikeluarkan. Jadi dengan memiliki BPJS ini, kita bisa berobat dengan rasa tenang,” jelasnya.

Rusdi berharap program ini terus berjalan dan pemerintah tetap memberikan perhatian kepada masyarakat kecil agar tetap mendapatkan jaminan kesehatan.

“Semoga Program BPJS Kesehatan ini terus berjalan dan pemerintah terus membantu masyarakat kecil seperti kami untuk mendapatkan jaminan kesehatan melalui Program JKN ini. Tanpa BPJS, kita akan sulit mendapatkan pengobatan yang layak,” tutupnya.