Memoar Agus Widjojo Dirilis, Ungkap Gagasan Demokrasi dan Supremasi Sipil di Balik Seragam
Winda Lola Pramuditta June 23, 2026 09:34 AM

Grid.ID – Buku Memoar Agus Widjojo: Militer Pemikir, Pemikir Militer resmi dirilis dengan mengangkat sisi lain sosok purnawirawan TNI yang dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi militer di Indonesia. Sebanyak 60 penulis terlibat dalam penyusunan buku ini.

Buku tersebut diluncurkan pada Senin (22/6/2026) di Kompas Institute, Jakarta, bersamaan dengan sesi bedah buku bersama para penulisnya. Selain dihadiri para penulis, acara juga dihadiri oleh adik Agus Widjojo, Nani Sutojo.

Dalam sesi bedah buku, salah satu bab yang turut dibahas berjudul 'Sasmita di Balik Seragam'.Bab ini ditulis oleh Jaleswari Pramodhawardani, akademisi dan mantan Deputi V Kantor Staf Presiden yang aktif di isu reformasi sektor keamanan dan kebijakan publik.

Dalam tulisannya, Jaleswari mengajak pembaca melihat sosok Agus Widjojo tidak hanya sebagai prajurit TNI, tetapi juga sebagai pemikir yang konsisten mendorong profesionalisme militer dan penguatan demokrasi di Indonesia.

Ada sebuah kebenaran yang getir, tetapi luhur dalam setiap kepergian. Bahwa kematian pada puncaknya memiliki bobot yang sama beratnya dengan kehidupan,” demikian kutipan dari bab Sasmita di Balik Seragam.

Istilah sasmita dipilih sebagai perlambang yang merepresentasikan makna di balik seragam yang dikenakan Agus Widjojo selama pengabdiannya.

“Saya memberi judul tentang Sasmita karena saya membayangkan ini berbicara soal perlambang, tentang makna dari seragam. Kita selalu tahu bahwa ketika melihat seragam, apalagi seragam militer, pikiran kita sering langsung mengaitkannya dengan kekerasan,” ujar Jaleswari dalam bedah buku di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, seragam yang dikenakan Agus Widjojo tidak hanya menunjukkan posisinya sebagai bagian dari institusi yang memiliki kewenangan menggunakan kekuatan negara. Di balik itu, terdapat komitmen yang kuat terhadap demokrasi dan supremasi sipil.

“Melalui seragam ini saya ingin menyampaikan bahwa Pak Agus bukan semata bagian dari institusi yang diberi kewenangan oleh negara untuk menggunakan kekuatan. Beliau juga tidak pernah berhenti mengedarkan dan melipatgandakan wacana tentang pentingnya supremasi sipil dalam negara demokrasi,” katanya.

Selama mengenal Agus Widjojo, Jaleswari menilai almarhum merupakan figur yang konsisten mendorong transformasi TNI agar sejalan dengan perkembangan demokrasi Indonesia pascareformasi. Ia mengingat bagaimana pada awal era reformasi, ruang dialog antara masyarakat sipil dan militer tidak selalu mudah dibangun.

Namun melalui berbagai forum diskusi dan perdebatan yang berlangsung selama bertahun-tahun, lahir berbagai gagasan yang kemudian menjadi bagian penting dari reformasi sektor keamanan.

“Sampai pada satu titik, dari berbagai perbedaan yang ada, karena ruang dialog selalu terbuka dan disampaikan dengan bahasa yang sama, perlahan-lahan kita juga dapat menerima bahwa ada hal-hal yang memang benar,” ungkapnya.

Ia mencontohkan proses panjang lahirnya Undang-Undang TNI yang melibatkan DPR, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, akademisi, hingga kelompok masyarakat sipil.

Menurut Jaleswari, Agus Widjojo termasuk sosok yang meyakini bahwa profesionalisme TNI dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan dalam kehidupan bernegara.

Pemikiran tersebut menjadi benang merah yang dihadirkan dalam memoar ini. Pembaca diajak memahami bahwa di balik seragam militer yang dikenakannya, terdapat gagasan besar mengenai demokrasi, reformasi institusi, serta hubungan yang sehat antara militer dan pemerintahan sipil.

Bagi Jaleswari, warisan terbesar Agus Widjojo bukan hanya jejak pengabdiannya sebagai prajurit, melainkan juga pemikiran yang terus relevan dalam menjaga demokrasi Indonesia.

“Beliau tidak pernah berhenti mengedarkan dan melipatgandakan wacana tentang pentingnya supremasi sipil dalam negara demokrasi serta bagaimana profesionalisme TNI juga penting untuk dibangun dalam demokrasi,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.