Bukannya Sedih MBG Disetop, Emak-Emak di Ponorogo Malah Bersyukur: Harga Ayam & Telur Sekarang Murah
jonisetiawan June 23, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah mendadak berhenti sementara di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kebijakan penghentian operasional selama masa libur sekolah itu memunculkan beragam reaksi di tengah masyarakat.

Namun di balik polemik yang berkembang di berbagai daerah, sejumlah orangtua siswa di Ponorogo justru mengaku tidak terlalu keberatan dengan penghentian sementara tersebut.

Keputusan penghentian sementara MBG dilakukan menyusul terbitnya Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang memerintahkan audit dan evaluasi terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia selama masa libur sekolah sekitar tiga pekan.

Di tengah perdebatan nasional mengenai nasib relawan dapur MBG, insentif pekerja, hingga keberlangsungan program, muncul pandangan berbeda dari masyarakat akar rumput.

Sebagian wali murid menilai, berhentinya distribusi makanan justru diiringi penurunan harga bahan pokok di pasar.

Baca juga: Sempat Tolak Motor Listrik MBG, Menkeu Purbaya Berharap jadi Pelajaran Pemerintah: Saya Kecele

Orangtua Murid: Harga Ayam dan Telur Kini Lebih Murah

Eka, salah satu wali murid di Ponorogo, menilai penghentian sementara MBG membawa dampak terhadap harga kebutuhan pokok yang kini mulai turun di pasaran.

Menurutnya, selama program MBG berjalan aktif, harga sejumlah bahan pangan sempat mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun setelah distribusi dihentikan sementara, harga mulai bergerak turun dan lebih terjangkau bagi masyarakat.

“MBG dihentikan harga-harga juga turun. Contohnya daging ayam sekarang sekitar Rp 26.000 per kilogram. Telur ayam juga tinggal Rp 24.000 per kilogram.

Padahal saat MBG masih aktif daging ayam bisa sampai Rp 40.000 per kilogram dan telur sekitar Rp 29.000 per kilogram,” ungkap Eka, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan itu menjadi gambaran bagaimana program berskala nasional seperti MBG juga memiliki dampak langsung terhadap rantai pasok dan harga pangan di tingkat lokal.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Menu MBG.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Menu MBG. Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Ponorogo dihentikan sementara mengikuti Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk audit dan evaluasi dapur SPPG selama sekitar tiga minggu. (Instagram @badangizinasional.ri)

Harapan Pendidikan Gratis Muncul di Tengah Polemik MBG

Tak hanya soal harga bahan pokok, sebagian orangtua juga berharap pemerintah mulai memprioritaskan sektor pendidikan secara lebih luas.

Fitri, wali murid lainnya, mengatakan dirinya tidak keberatan apabila anggaran MBG sementara dialihkan untuk mendukung pendidikan gratis dan pengembangan bakat siswa.

“Tidak apa-apa tidak dapat MBG. Lebih baik anggarannya untuk pendidikan gratis. Termasuk biaya pengembangan bakat minat siswa,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkutat pada pemenuhan konsumsi harian, tetapi juga menyentuh persoalan biaya pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca juga: Dapur Disetop Sementara, 10.000 Relawan MBG Jawa Barat Bersumpah Geruduk Jakarta 29 Juni Besok

Dapur MBG Tetap Dijaga Meski Distribusi Dihentikan

Meski program distribusi makanan dihentikan sementara, aktivitas di dapur MBG ternyata tidak sepenuhnya berhenti.

Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, menjelaskan bahwa penghentian dilakukan sebagai bagian dari evaluasi nasional yang tengah dijalankan Badan Gizi Nasional.

“Selama libur sekolah distribusi MBG memang dihentikan sementara. Namun, staf tetap masuk sesuai tugasnya masing-masing,” ujar Sheila.

Menurutnya, masa jeda ini dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan tata kelola program agar pelaksanaan MBG ke depan lebih optimal.

“Kami memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur,” imbuhnya.

Audit dilakukan guna memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Relawan Diliburkan, Petugas Inti Tetap Bekerja

Di sisi lain, penghentian sementara program membuat banyak relawan dapur ikut diliburkan. Mitra Dapur SPPG Galak Slahung, Ryan Handoko, mengatakan kebijakan tersebut dijalankan sesuai instruksi terbaru dari BGN.

“Ya kita libur sesuai Surat Edaran terbaru dari BGN. Relawan seperti juru masak, pencuci ompreng, sopir, hingga petugas distribusi diliburkan sementara. Namun, petugas inti tetap berjaga. Tidak kemudian semuanya libur. Kalau mau diaudit tidak masalah,” ujarnya.

Petugas inti yang tetap bertugas antara lain tenaga administrasi, akuntan, pengawas gizi, hingga petugas keamanan dapur.

Baca juga: Pengusaha MBG di Jatim Kelimpungan Bayar Cicilan, Dapur Libur Tapi Utang Bank Jalan Terus

Program Strategis yang Kini Jadi Perdebatan Nasional

Penghentian sementara MBG selama masa libur sekolah kini terus menjadi perbincangan di berbagai daerah. Di satu sisi, pemerintah menyebut audit dan evaluasi diperlukan demi memperbaiki tata kelola program nasional tersebut.

Namun di sisi lain, kebijakan ini memunculkan kekhawatiran dari relawan, pengelola dapur, hingga pelaku UMKM yang selama ini bergantung pada aktivitas dapur MBG.

Di Ponorogo sendiri, respons masyarakat tampak lebih beragam. Ada yang mendukung evaluasi, ada pula yang mulai menyoroti dampak ekonomi dan perubahan harga kebutuhan pokok setelah program dihentikan sementara.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.