WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat mendesak pemerintah menjadikan kesejahteraan guru sebagai agenda prioritas nasional.
Tuntutan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026), yang juga diwarnai seruan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga: Presiden, Wapres, dan Kabinet Merah Putih Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Istana
Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Fauzan Bahasuan, mengatakan evaluasi terhadap pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol yang harus dijalankan mahasiswa untuk memastikan kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Menindaklanjuti aksi hari ini, kami bersepakat bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran harus dievaluasi secara total. Evaluasi bukanlah bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol yang harus dijalankan oleh mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa," tegas Fauzan di lokasi aksi.
Menurut Fauzan, berbagai persoalan di sektor ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pelayanan publik masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Baca juga: Begini Persiapan Purbaya Perdana Ikut Retret Kabinet Merah Putih
Karena itu, ruang kritik dan evaluasi harus tetap dibuka sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Dalam aksinya, PMII Ciputat secara khusus menyoroti kondisi kesejahteraan guru yang dinilai masih jauh dari harapan.
Padahal, guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia sekaligus faktor penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan.
Pihaknya meminta kepada pemerintah agar menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
"Tidak mungkin kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045 jika para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan, mulai dari penghasilan yang belum memadai, ketidakpastian status kerja, hingga minimnya perlindungan sosial," tuturnya.
Baca juga: Kinerja Setahun Pemeritah, Pengamat Lihat Menteri Kabinet Merah Putih Takut Bertanya pada Prabowo
PMII Ciputat menilai keberhasilan pembangunan jangka panjang tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan.
Oleh sebab itu, negara harus menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap guru melalui kebijakan yang berkelanjutan dan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.
Melalui aksi tersebut, organisasi mahasiswa itu berharap DPR RI dan pemerintah menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat serta menghadirkan langkah perbaikan yang konkret.
"Kami akan tetap berada di barisan rakyat, mengawal demokrasi, dan memastikan bahwa kekuasaan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Kesejahteraan guru harus menjadi agenda prioritas, karena dari tangan para guru masa depan bangsa ditentukan," tutur Fauzan.