POS-KUPANG.COM, KUPANG- Akses air bersih, sanitasi layak, dan praktik higiene yang baik merupakan fondasi utama terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi anak-anak.
Namun, kondisi layanan Air, Sanitasi, dan Higiene (WASH) di sekolah-sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.
Mulai dari keterbatasan akses air bersih sepanjang tahun, rasio toilet yang belum memenuhi standar nasional, hingga minimnya fasilitas cuci tangan pakai sabun dan kesadaran akan praktik higiene.
Menjawab permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Kupang dengan dukungan UNICEF, SM Entertainment, Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) melalui pelaksanaan Program WASH In School dengan tema “Penguatan Kualitas Layanan WASH Tangguh Iklim dan Inklusif untuk Mendorong Anak Sekolah yang Sehat, Aman dan Peduli Iklim”.
Baca juga: Penyerapan Dana BOK NTT Capai 83 Persen, UNICEF Dorong Optimalisasi Pembiayaan Kesehatan Tahun 2026
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyediakan layanan serta menerapkan praktik WASH yang berkelanjutan, ramah iklim, dan dapat diakses oleh semua kalangan.
Sebagai langkah awal memperkuat pelaksanaan program ini, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi pada Senin, 22 Juni 2026, di Kantor Wali Kota Kupang.
Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, UNICEF, dan YKMI, serta menyamakan pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, dan target capaian program.
Pado CEWASH Officer Kantor Perwakilan UNICEF Kupang mewakili Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Kupang). Sementara itu, YKMI dihadiri oleh program manager, Bapak Tatang Husaini melalui jalur daring dan tim pelaksana program wilayah NTT.
Baca juga: Cakupan Imunisasi di Belu 54,4 Persen, Dinkes dan UNICEF Perkuat Komitmen Lintas Sektor
Agenda utama kegiatan meliputi paparan rinci mengenai rancangan Program WASH In School yang cerdas iklim dan inklusif, sesi diskusi serta tanggapan dari semua peserta yang hadir, hingga pembacaan komitmen bersama sebagai langkah kerja dan mekanisme koordinasi lanjutan.
Selain memperkenalkan program dukungan WASH In School yang cerdas iklim dan inklusif di Kota Kupang, pertemuan ini juga akan membahas keberlanjutan program dukungan sebelumnya di Kota Kupang.
Termasuk optimalisasi pengelolaan sanitasi aman yang sedang berjalan di Kota Kupang, agar manfaat yang telah dirasakan masyarakat dapat terus terjaga dan ditingkatkan kualitasnya.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega,SH saat membuka kegiatan menyampaikan beberapa pokok pikiran.
Dikatakannya, program Air, Sanitasi, dan Kebersihan atau WASH In School bukan sekadar pembangunan sarana fisik. Program ini adalah investasi untuk kesehatan, martabat, dan masa depan anak-anak kita.
Baca juga: Pemkab Rote Ndao, UNICEF dan YKMI Luncurkan Rencana Aksi Daerah PAUD Holistik Integratif
Setiap anak berhak memperoleh tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh, dan hak tersebut harus diwujudkan secara nyata melalui sekolah yang sehat, inklusif, dan mampu beradaptasi terhadap tantangan perubahan iklim.
Sementara itu Rostia La Ode Pado CEWASH Officer Kantor Perwakilan UNICEF Kupang menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi yang kuat antar semua pihak.
Pihaknya berharap komitmen yang dibangun dalam pertemuan ini dapat menjadi langkah nyata untuk mewujudkan sekolah-sekolah di Kota Kupang yang tidak hanya memiliki fasilitas WASH yang memadai, tetapi juga tangguh terhadap perubahan iklim dan inklusif bagi seluruh siswa.
Sementara itu, Program Manager YKMI, Tatang Husaini dalam sambutannya menyatakan bahwa YKMI sebagai mitra pelaksana UNICEF menegaskan kesiapannya untuk mendampingi pemerintah daerah.
Pihaknya siap mendampingi dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi, agar hasil yang dicapai dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak sekolah di Kota Kupang.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 43 peserta, yang terdiri dari jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang serta instansi vertikal dan horisontal juga Poltekes Kementerian Kesehatan RI, Forum PRB NTT, serta mitra strategis lainnya termasuk perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat.
Hadir juga pihak UNICEF Indonesia yang diwakili Chiranjibi Tiwari (Chief of CEWASH UNICEF Indonesia) serta Maraita Listyasari dari WASH Specialist UNICEF Indonesia.(*)