Pertalite Eceran Mulai Hilang, Minyak Tanah Menjamur di Jalur Waipare-Bola, Sikka
Gordy Donovan June 23, 2026 10:40 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Penjualan minyak tanah eceran di sepanjang jalur Waipare-Bola, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, kini semakin marak. Sementara itu, penjualan Pertalite eceran yang sebelumnya banyak ditemukan di kawasan tersebut mulai berkurang.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Selasa (23/6/2026), menunjukkan minyak tanah dijual di berbagai titik di sepanjang ruas jalan tersebut. Minyak tanah umumnya dikemas dalam botol air mineral, sementara sebagian pedagang menyimpannya di depan kios menggunakan rak atau tempat penyimpanan yang terbuat dari kayu.

Selain dalam botol air mineral, minyak tanah juga disimpan dalam jeriken dan ember matex. Di atas wadah-wadah tersebut tampak corong dan alat ukur literan yang digunakan untuk melayani pembeli.

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengangkutan 750 Liter Minyak Tanah Diduga untuk Dijual Kembali di Rote Ndao

Ambil Minyak di Agen

Seorang penjual minyak tanah di Desa Watumilok yang enggan disebutkan namanya mengaku memperoleh pasokan minyak tanah dari agen setempat untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

"Harga satu liter Rp7.000. Kalau lima liter Rp35.000," ujarnya.

Ia mengaku sebelumnya menjual BBM jenis Pertalite secara eceran. Namun, saat ini pasokan Pertalite semakin sulit diperoleh karena antrean di SPBU semakin panjang dan stok cepat habis.

"Pertalite masih tetap kami jual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, sekarang antreannya semakin sulit dan stoknya cepat habis," katanya.

Kondisi serupa juga ditemukan di Mauloo, Kecamatan Paga. Salah seorang warga, Theresia Tina, mengatakan harga minyak tanah eceran di wilayah tersebut mencapai Rp8.000 per liter. Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan agen, yakni Rp5.000 per liter.

"Kami harus mengantre di agen dengan membawa kartu keluarga. Kalau tidak kebagian, terpaksa membeli di kios," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari, Theresia mengaku masih memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. (Moa).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.