Aksi Dukung MBG di Monas, Emak-Emak Ngaku Diberi Uang dan Wajan Baru
Abd Rahman June 23, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/06/2026). 

Aksi kali ini berbeda dengan demonstrasi mahasiswa sebelumnya yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika sebelumnya mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap program MBG dengan berbagai alasan, termasuk dugaan potensi penyalahgunaan anggaran, kali ini justru sekelompok warga turun ke jalan untuk menyatakan dukungan terhadap program tersebut.

Baca juga: 2 Ramalan Shio Bahagia Hari Ini, Energi Positif Mengalir, Rezeki Lancar hingga Suasana Hati Membaik

Baca juga: Irjen KemenHAM RI Kunjungi Lapas Perempuan dan LPKA Mamuju, Tekankan Pelayanan Ramah HAM

Massa pendukung MBG tampak bergerak dari Jalan Merdeka Selatan menuju kawasan Patung Kuda di Jalan Merdeka Barat. 

Mereka didominasi perempuan yang mengenakan pakaian serba putih dengan kerudung merah.

Uniknya, dalam aksi tersebut, para peserta terlihat membawa wajan baru yang dibagikan secara gratis kepada massa. 

Sejumlah warga bahkan tampak membuka kemasan wajan yang masih terbungkus kardus di lokasi aksi.

Selain wajan, massa juga disebut menerima sejumlah makanan dan minuman seperti roti, susu, dan buah-buahan.

Beberapa peserta mengaku mendapat uang saku untuk mengikuti aksi tersebut.

Desy, warga Pisangan Timur, Jakarta Timur, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan perlengkapan dapur baru.

“Ada penggorengan, ada susu. Senang, buat goreng ini,” ujarnya di lokasi.

Hal serupa juga disampaikan Yuyun, peserta lainnya, yang menilai program MBG memberikan dampak positif bagi anaknya sebagai penerima manfaat.

“Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi,” katanya.

Sebelumnya, gelombang aksi penolakan MBG juga terjadi di berbagai daerah.

Sejumlah mahasiswa di Medan, Samarinda, hingga Batam menyuarakan penolakan terhadap program tersebut dengan berbagai tuntutan, termasuk penghentian MBG dan kebijakan terkait lainnya.

Aksi mahasiswa di beberapa daerah bahkan sempat diwarnai pembakaran ban dan spanduk tuntutan, termasuk seruan kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Sementara itu, gelombang aksi ini terus meluas sejak Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melakukan aksi turun ke jalan beberapa waktu lalu, yang kemudian diikuti mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.