Senyum tak pernah lepas dari wajah Feeling Susanty usai menyentuh garis finis Gran Fondo New York (GFNY) Belitung 2026 di Pantai Wisata Tanjungpendam, Minggu (21/6). Bukan hanya karena berhasil menjadi juara umum kategori putri, melainkan juga karena pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Belitung yang langsung meninggalkan kesan mendalam.
PEBALAP asal Indonesia berusia 44 tahun itu menjadi yang tercepat pada kategori Gran Fondo 127 kilometer dengan catatan waktu 4 jam 2 menit 12 detik. Hasil tersebut sekaligus mengantarkannya meraih tiket menuju GFNY Championship New York 2027.
“Trek-nya bagus banget. Jalannya di Belitung benar-benar top. Saya suka sekali. Ini pertama kali saya datang ke Belitung dan langsung terkesan,” ujar Feeling.
Ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang perlombaan.
"Baginya, menjaga kondisi tubuh dan beristirahat cukup menjadi kunci utama. “Tadi pagi cuma makan nasi goreng dari hotel, telur, lalu ada bantuan gel selama race,” katanya sambil tersenyum.
Tak hanya lintasan yang mulus, Feeling juga memuji kualitas udara di Pulau Belitung yang dinilainya sangat mendukung olahraga ketahanan.
“Cuacanya juga bagus, tidak ada polusi. Walaupun lagi balapan dan ngos-ngosan, napas masih terasa enak. Udara di sini segar sekali,” ujarnya.
Medali juara yang diraihnya pun telah memiliki pemilik istimewa.
“Medalinya untuk anakanak. Tadi mereka sudah foto bersama saya dan mereka senang sekali,” katanya.
Di kategori putra, gelar juara umum diraih pebalap asal Jakarta, Berry Putra. Ia mencatatkan waktu tercepat 3 jam 12 menit 54 detik pada rute yang sama dan berhak tampil di GFNY Championship New York tahun depan.
Berry mengaku tidak memasang target khusus.
Ia hanya merasa segala sesuatunya berjalan sempurna pada hari perlombaan.
“Cuacanya pas, feeling-nya pas, hasil latihan bahkan tidurnya mungkin pas juga,” ujarnya.
Berry datang ke Belitung sekitar sepekan sebelum lomba sehingga memiliki waktu untuk mengenali karakter lintasan. Menurut dia, kualitas jalan dan pengamanan sepanjang rute menjadi nilai lebih yang membuat peserta nyaman berlomba.
“Pengawalan bagus sekali dari awal sampai akhir. Kami bisa fokus bertanding,” katanya.
Dukungan masyarakat di sepanjang lintasan juga menjadi pengalaman berkesan bagi Berry.
“Tadi ada anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang memberikan semangat. Kami sebagai rider jadi merasa senang dan menikmati perlombaan ini,” ujarnya.
GFNY Belitung 2026 sendiri diikuti 500 pesepeda dari 21 negara. Para peserta berlaga pada dua kategori, yakni Gran Fondo sejauh 127 kilometer dan Medio Fondo 79 kilometer yang melintasi sejumlah kawasan wisata dan jalan utama di Pulau Belitung.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, mengatakan event internasional tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi wisata yang efektif. “Event ini menjadi salah satu sarana untuk mempromosikan Kabupaten Belitung di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Menurut Syamsir, perpaduan keindahan alam, infrastruktur jalan yang baik, serta keramahan masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan sport tourism di Belitung.
Hal senada disampaikan Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat. Ia berharap GFNY semakin memperkuat citra Belitung sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.
“Silakan nikmati keindahan Belitung. Jangan hanya lautnya saja, ada juga perbukitan yang tidak kalah indah,” ujarnya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)