Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung, Psikiater Ungkap Ciri Psikopat
GH News June 23, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Publik belakangan ini digegerkan oleh kasus penganiayaan dan penyekapan sadis yang menimpa seorang wanita berinisial YTT (29) di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Korban diduga disiksa secara brutal oleh kekasihnya sendiri yang berinisial TH, hingga mengalami luka berat yang sangat memprihatinkan di sekujur tubuhnya.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026). Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa aksi keji ini terungkap setelah keluarga mendapat pesan WhatsApp misterius yang mengabarkan korban sudah terbaring di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," jelas Hendra kepada wartawan, dikutip dari detikJabar, Selasa (23/6/2026).

Adik korban, Syahrul Ulum (26), membeberkan kondisi kakaknya yang bikin geleng-geleng kepala saking sadisnya."Jadi kedua mata, yang mata sebelah kanannya udah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil dan udah nggak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah enggak ada. Terus kaki sebelah sininya bekas bacokan," tuturnya pilu.

Sudah Masuk Level Kekerasan Ekstrem Tanpa Empati

Melihat kondisi korban, spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ , ikut buka suara. Menurutnya, jika melihat pola penyekapan dan penyiksaan dalam waktu lama tersebut, ada indikasi kuat pelaku memiliki gangguan kepribadian yang serius.

"Jika informasi yang didapatkan bahwa terdapat peristiwa penyekapan dan penyiksaan untuk waktu yang lama adalah benar terjadi, maka berarti telah terjadi perilaku kekerasan yang ekstrem tanpa rasa empati dan kontrol yang sangat dominan terhadap korban," jelas dr Lahargo pada detikcom, Selasa (23/6).

Lebih lanjut, dr Lahargo menyebut tindakan pelaku sudah masuk dalam pelanggaran berat hak asasi manusia tanpa memikirkan dampak ke depannya. Karakteristik dingin dan sadis seperti ini umumnya menempel pada orang dengan gangguan kepribadian tertentu.

"Karakteristik ini ditemukan pada orang dengan gangguan kepribadian anti sosial dengan perilaku psikopatik. Namun, kita perlu juga memahami bahwa tidak semua perilaku kekerasan dilakukan oleh seorang psikopat," tegasnya.

Kasus ini tentu menjadi alarm keras bagi siapa pun dalam menjalin hubungan asmara. Masalahnya, orang dengan kecenderungan psikopatik sering kali pintar memakai 'topeng' di awal hubungan sehingga pasangannya tidak menaruh curiga sama sekali.

Ciri-ciri Orang dengan Kecenderungan Psikopatik

Untuk meningkatkan kewaspadaan, dr Lahargo membeberkan beberapa ciri-ciri yang terlihat pada individu dengan kecenderungan psikopatik:

  • Minim empati: Kurang atau bahkan sama sekali tidak memiliki empati terhadap penderitaan dan rasa sakit orang lain.
  • Muka tembok: Tidak pernah merasa bersalah, menyesal, atau berdosa setelah menyakiti orang lain.
  • Manipulatif: Sangat lihai memanipulasi keadaan dan pandai membangun citra baik alias pencitraan di depan publik.
  • Tukang tipu: Sering berbohong demi meraup keuntungan atau kepuasan pribadi.
  • Super controlling: Punya hasrat yang menggebu-gebu untuk mengontrol pasangan atau orang-orang di sekitarnya secara total.
  • Egois akut: Melihat orang lain bukan sebagai manusia seutuhnya, melainkan hanya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
  • Punya pesona palsu: Di awal perkenalan, mereka bisa tampak sangat memikat, manis, dan menawan (charming) untuk menggaet korbannya.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.