BANGKAPOS.COM -- Ayah Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap wanita di Bandung selama 3 tahun, membongkar kelakuan sang anak.
Sebelum menjadi buron karena tindakan kekerasan, Taufik Hidayat ternyata memang kerap membuat masalah.
Berdasarkan pengakuan ayahnya, Taufik sudah lama sekali tidak pulang ke rumah.
Adapun hal ini disampaikan oleh keluarga korban, Yuvita Tri Rezeki (29), yang sudah berhasil mendatangi rumah Taufik.
Kakak ipar Yuvi, Melanie, mengungkap identitas Taufik Hidayat.
Ketika pertama kali dikenalkan ke keluarga, Taufik mengaku bernama Yuda.
Baca juga: Jejak Kasus Menyeret Richard Muljadi, Cucu Orang Terkaya Indonesia Ditangkap Kejagung di Bandara
Dia mengaku bekerja di sebuah bank. Namun nyatanya Taufik merupakan seorang debt collector.
Kata Melanie, Taufik berasal dari Nagrek.
"Desa Ciaro, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat," katanya.
Pihak keluarga Yuvi sudah pernah mendatangi alamat tersebut. Namun mereka hanya bertemu dengan ayah Taufik.
"Ada, ada bapaknya doang," kata Melanie pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sang ayah mengatakan selama hidup di dunia ini Taufik Hidayat memang kerap membuat masalah.
"Katanya memang bermasalah sih di sana juga," katanya.
Rupanya Taufik sudah tidak asing dengan tindak kekerasan.
Baca juga: Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Dijemput Paksa Kejagung, Kisruh Penahanan Kontainer Mineral Ilmenite
"Kalau gak mabuk, nyuri, kalau gak nyuri ya penganiayaan memang," katanya.
Berdasarkan pengakuan ayahnya, Taufik sudah lama sekali tidak pulang ke rumah.
"Terus waktu dicari ke sana juga udah gak pulang, udah lama," katanya.
"Katanya tidak pernah (pulang), 'udah lama kok gak pulang', kata bapaknya. 'Saya juga gak tau keberadaan anak saya'," tambah Melanie menirukan ucapan ayah Taufik.
Melanie curiga ketika menyekap sang adik, Taufik juga tidak pernah pulang ke rumah.
"Berarti mungkin pas sama adik saya juga sudah gak pulang mungkin," kata Melanie.
Sayangnya sampai hari ini polisi masih belum berhasil menangkap Taufik.
"Masih, masih (dicari). Mudah-mudahan yah (ditangkap), itu harapan kami," kata Melanie.
"Saya yakin pasti dapat. Polda ini cepat biasanya. apalagi sudah teridentifikasi kan DNA-nya, KTP-nya, wajahnyanya, alamat asalnya," timpal Dedi Mulyadi.
Sementara Yuvita Tri Rezeki amat berharap polisi bisa segera menangkap Taufik. Ia bahkan berharap Taufik bisa dihukum mati.
"Supaya dia bisa ngerasain apa yang saya rasain," kata Yuvi.
Dia mengaku menyimpan dendam membara pada Taufik.
Betapa tidak, selama dua tahun lamanya Yuvi hidup dibawah siksaan Taufik Hidayat. Ia hanya diberi makan satu kali sehari.
Dengan mata yang sudah tidak bisa melihat lagi, Yuvi dibiarkan mengurus diri sendiri. Mulai dari makan sampai ke kamar mandi.
Tak jarang Yuvi harus tidur di kamar mandi seorang diri. Malahan untuk buang air saja, Yuvi terpaksa menggunakan pampers.
Baca juga: Sosok Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung, Seorang Debt Collector
"Alhamdulillah sudah menjadi lebih baik lagi semenjak bisa ketemu sama orang tua dan dirawat di rumah sakit."
"Sekarang aku sudah merasa tenang karena sudah ketemu orang tua, mama sama papa," kata Yuvi.
Sosok aslinya terbongkar, jejak keberadaan Taufik mulai terlacak.
Di akun X SistersInDanger, ada seorang netizen yang mengaku sempat melihat Taufik Hidayat di kawasan Tangerang.
Akun tersebut mengaku tak sengaja bertemu Taufik pada Minggu (21/6/2026) di kawasan apartemen Serpong lengkap dengan deskripsi pakaian yang dikenakannya.
"Semalem aku ngeliat pelaku di daerah apartemen gwr sekitar pukul 8 malam sehabis aku nongkrong di indomaret gwr di daerah Tangerang."
"Aku gatau pelaku tinggal di sini atau engga tapi aku ngeliat dan bisa mastiin itu dia karna emang mukanya sama."
"Semalem pelaku lagi pake celana pendek coklat kaos hitam duduk di tangga deket pintu masuk sambil ngobrol sama orang tapi aku gatau orangnya," tulis netizen tersebut.
Hingga kini terduga pelaku yakni Taufik Hidayat masih berstatus buron.
Kasus tersebut pun telah mendapatkan atensi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Saya memberikan perhatian serius terhadap kasus ini," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Kompas.com.
Diungkap Dedi, ia yakin bahwa pelaku bakal segera tertangkap.
"Saya yakin pak Kapolda akan bergerak cepat untuk menangkap pelakunya," pungkas Dedi Mulyadi
Selain itu, Gubernur yang karib disapa KDM itu juga mengungkap tanggapannya soal kasus tersebut.
KDM mengaku secara khusus telah memberikan bantuan kepada keluarga korban. Yakni berupa menanggung semua biaya pengobatan korban hingga sembuh.
Sebelumnya sempat muncul kabar bahwa korban terpaksa pulang dari rumah sakit di RS Hasan Sadikin Bandung karena terkendala biaya.
"Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi enggak usah lagi nyari ke BPJS ke mana-mana. Saya tanggung. Jadi enggak usah sibuk lagi keluarganya. Keluarganya juga oleh saya tadi dibekelin," kata KDM usai menjenguk korban di RSHS Bandung, Senin (22/6/2026).
Sosok asli Taufik Hidayat, pria yang diduga jadi pelaku penyekapan terhadap kekasihnya sendiri selama tiga tahun tengah jadi sorotan.
Pria usia 30 tahun itu disebut-sebut punya fetish alias ketertarikan seksual yang aneh hingga merugikan banyak wanita.
Tudingan soal fetish aneh itu diungkap oleh banyak wanita yang mengaku pernah jadi korban kejahatan Taufik.
Masih berstatus buron, sosok asli Taufik Hidayat dibocorkan banyak wanita yang mengaku pernah jadi korbannya.
Seperti terlihat dalam akun X (Twitter) @dhemit_is_back yang membagikan curhatan dari wanita diduga korban Taufik.
Wanita tersebut menceritakan perlakuan keji yang ia terima dari Taufik. Salah satunya adalah Taufik pernah menyuruh wanita yang baru ia kenal untuk melakukan tes kehamilan.
Hal itu lantas disebut sebagai fetish tak wajar oleh korban.
"Kenalnya dari aplikasi datting apps (tantan) terus dia ngajak kenalan kebetulan lokasi saya sama dia gk jauh cuma jarak 25 menit. Abis itu saya diajak ketemuan saya juga gatau kalo bakalan di ajaknya ke kosannya. Tapi saya tau daerah kosannya dia di jalan cagak maruyung kab Bandung."
"Terus saya disuruh pipis dan saya ditespek. Pas saya gamau saya dipaksa terus saya diteriakin kata-kata kasar terus saya dikunci dari luar. Nah pas saya nurutin kemauannya buat ditespek dan hasil tespeknya garis 1 dia marah-marah kak sambil teriak an**** kenapa lu gak hamil. Sambil mecahin botol kawa kawa. Abis itu dia nunjukin foto dia sama ibunya yg udah meninggal itu ke saya. Untung aku bisa lolos kabur," tulis seseorang lewat DM.
Lalu di akun Instagram Sultansah Banaiman, ada juga seorang wanita yang mengaku korban Taufik menceritakan kelakukan keji Taufik.
Diakui wanita tersebut, ia juga pernah dilecehkan oleh pelaku.
"Ka itu dia ada di tiktok namanya Yuda tapi aku diblok dulu aku diajak ketemuan terus aku dibawa ke tempat kos terus dia ambil barang berharga aku HP, uang sama identitas aku. Terus aku dipukulin aku sempat dilecehin juga cuma pas waktu itu aku semapt teriak sampe penghuni ada yang nolongin aku. Ka tolong cari orang itu dia psikopat ka," tulis seorang wanita lewat DM.
(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com)