TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Elpiji subsidi 3 kilogram masih menjadi barang yang tidak mudah diperoleh, sebagian masyarakat di Kota Palangka Raya dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengaku harus berkeliling mencari tabung gas, sementara harga di tingkat pengecer disebut mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per tabung.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan utama bagi banyak rumah tangga maupun pelaku usaha untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain harga yang meningkat, ketersediaan tabung gas di sejumlah lokasi juga dinilai tidak selalu mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian atau DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan pasokan elpiji 3 kilogram dari Pertamina ke pangkalan resmi sejauh ini masih berjalan normal dan tidak mengalami pengurangan.
"Memang gas LPG ini sebenarnya tidak ada pengurangan. Dari pihak Pertamina stoknya lancar ke pangkalan-pangkalan," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi di lapangan. Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bertambahnya usaha kuliner di berbagai wilayah dinilai turut meningkatkan konsumsi elpiji subsidi.
"Karena saya lihat banyak UMKM tumbuh sekarang di mana-mana, warung-warung juga banyak. Tentunya mereka menggunakan gas yang hemat, yaitu gas 3 kilogram, sehingga kebutuhannya lebih meningkat," katanya.
Sementara itu, Samsul mengatakan harga elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan masih sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp22 ribu per tabung.
Namun, pihaknya mengakui kondisi di tingkat pengecer perlu menjadi perhatian karena harga yang beredar di masyarakat lebih tinggi.
"Kalau di pangkalan tetap saja masih sesuai Rp22 ribu, tidak ada perubahan. Sehingga mungkin pengecer ini yang perlu kami lihat nanti di lapangan," ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota juga akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kemungkinan penguatan distribusi maupun penambahan agen apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Pertamina Dukung Pemerintah Kota Palangkaraya Stabilkan Pasokan Gas Elpiji 3 Kilogram
"Nanti akan kami diskusikan dengan Pertamina. Jika ada agen-agen yang ingin membuka atau diperlukan tambahan distribusi, tentu akan kami koordinasikan agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," katanya.
Sebagai salah satu upaya membantu masyarakat memperoleh elpiji subsidi dengan harga sesuai ketentuan, Pemerintah Kota Palangka Raya menyediakan LPG 3 kilogram dalam kegiatan pasar penyeimbang yang digelar setiap Sabtu di Pasar Kahayan.
"Nah di situ tersedia juga gas LPG 3 kilogram. Memang jumlahnya masih sekitar 100 tabung, tetapi masyarakat bisa membeli dengan harga HET setiap hari Sabtu di Pasar Kahayan. Selain itu juga tersedia berbagai kebutuhan pokok lainnya," jelas Samsul.