Sedih Lihat Kondisi Korban Penyekapan, Dedi Mulyadi Beri Rp250 Juta Bagi yang Tangkap Taufik Hidayat
Rr Dewi Kartika H June 23, 2026 11:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjenguk YTR (29), perempuan yang disekap dan dianiaya pacarnya, Taufik Hidayat (30) selama tiga tahun hingga mengalami kebutaan, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada Senin (22/6/2026). 

Dedi Mulyadi mengaku tak tega ketika melihat kondisi korban saat ini. 

"Makin membaik. Walaupun saya jujur saja, lihatnya pun enggak berani, enggak tega,” ucapnya. 

Terkait pengobatan korban, Dedi Mulyadi menyerahkan semuanya kepada Dokter RSHS. 

Lalu Dedi Mulyadi mengaku dirinya akan menanggung segala biaya pengobatan korban hingga selesai. 

"Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi, enggak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana. Saya tanggung. Jadi, enggak usah sibuk lagi keluarganya. Keluarganya juga oleh saya tadi dibekelin," kata Dedi Mulyadi.

Taufik Hidayat Tak Bisa Tidur

Taufik Hidayat yang hingga saat ini masih buron kini tak bisa tidur, pasalnya Dedi Mulyadi mengadakan sayembara bernilai fantastis guna mempercepat penangkapan pelaku.

Uang tunai sebesar Rp 250 juta disiapkan bagi siapapun yang berhasil memberikan petunjuk valid terkait keberadaan Taufik Hidayat.

Langkah ini diambil menyusul keresahan publik yang meluas akibat kekejaman insiden tersebut. 

Melalui sebuah rekaman video yang diunggah di akun Instagram resminya, Dedi Mulyadi mengecam keras tindakan pelaku dan menyebutnya sebagai perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

Orang nomor satu di Jabar ini juga menegaskan dukungannya yang penuh terhadap jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat untuk segera menyeret tersangka ke jalur hukum.

"Kepada seluruh warga Jabar dan warga Indonesia, saya menyampaikan ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak tega melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak," ungkapnya, Selasa, 23 Juni 2026.

Kemarahan mendalam disampaikan oleh Dedi terhadap status pelaku yang saat ini masih melenggang bebas dari kejaran hukum. 

Guna mempersempit ruang gerak tersangka, ia mengajak keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

"Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan. Dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya. Tetapi saya juga memberikan ruang bagi warga dimanapun berada, untuk berpartisipasi mencarinya," tegas Dedi.

Dedi kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan imbalan besar bagi masyarakat yang membantu tugas kepolisian dalam mengamankan tersangka.

"Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp 250 juta, sebagai bentuk partisipasi saya, agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap," sambungnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada kepolisian, sembari melayangkan seruan bagi publik untuk bersinergi melakukan pelacakan.

"Saya ucapkan terima kasih pada jajaran Polda Jabar. Mari kita bersama terus menangkap saudara Taufik Hidayat si biadab ini, dan pada seluruh warga, mari kita sama-sama mencarinya," tutur Gubernur.

Polisi Bentuk Tim Gabungan

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan Polda Jabar telah membentuk tim gabungan.

Hendra juga menyebutkan kondisi korban kedua matanya mengalami kebutaan. 

Kondisi itu yang terparah dan bagian gigi atas depan sebanyak enam gigi rontok dan bibirnya sudah sumbing.

"Dugaannya akibat benda tajam karena dipukul oleh pelaku," katanya.

Rencananya, Polda Jabar pun akan datang ke RSHS pada Selasa (23/6/2026) siang.

Sebelumnya, YTR  asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tersebut disekap dan disiksa dengan sangat keji selama tiga tahun, oleh Taufik Hidayat.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga tiba-tiba menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal pada Rabu (10/6/2026) malam.

Pesan WhatsApp itu berisi kabar YTH tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.

Saat pihak keluarga tiba di RSHS, mereka syok melihat kondisi YTR yang sudah tidak bisa dikenali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.