Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai pemain terhebat sepanjang masa dengan menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Bintang Inter Miami itu melampaui legenda Jerman, Miroslav Klose, dalam laga penuh tekanan Grup J antara Argentina dan Austria pada hari Senin.
Messi berdiri sendiri di puncak sejarah sepak bola dunia.
Dalam sore bersejarah di Dallas tersebut, Messi secara resmi menjadi penyerang paling produktif dalam sejarah Piala Dunia. Hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39, kapten Argentina itu mencetak gol untuk mencapai total 17 gol di putaran final, melewati rekor sebelumnya sebanyak 16 gol milik Miroslav Klose. Ia kemudian menambah keunggulannya menjadi dua gol lebih banyak dari mantan bintang Jerman itu setelah mencetak gol keduanya di masa tambahan waktu babak kedua.
Sang penyerang legendaris memasuki turnamen ini dengan performa luar biasa, memperkecil jarak rekor setelah mencetak hat-trick gemilang dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Aljazair di laga pembuka. Gol klinisnya ke gawang Austria memastikan bahwa kini ia memegang standar emas dalam urusan mencetak gol di ajang sepak bola internasional paling bergengsi.
Catatan statistik yang tidak diinginkan bagi Messi.
Tidak semua berjalan mulus bagi peraih delapan Ballon d’Or itu, yang sempat terlihat akan menunda momen bersejarahnya. Setelah tinjauan VAR memberikan penalti awal untuk Argentina, sang kapten gagal memanfaatkan peluang emas dari titik putih untuk mencapai rekor tersebut lebih cepat.
Kesalahan yang jarang terjadi dari Messi membuat bola melenceng ke sisi kiri gawang, meninggalkan para penonton di Houston dalam keheningan. Menurut data dari Opta, Messi kini memegang dua catatan yang kontras: ia menjadi pemain yang paling sering mengambil dan juga paling banyak gagal mengeksekusi penalti dalam sejarah Piala Dunia — masing-masing tujuh dan tiga kali — sebuah noda kecil dalam catatan turnamen yang hampir sempurna.
Mengejar lebih dari sekadar gol.
Meski rekor gol menjadi sorotan utama, Messi juga tengah memburu pencapaian sejarah lain di Amerika Utara. Sebelum pertandingan melawan Austria, gelandang veteran itu sejajar dengan legenda senegaranya, Diego Maradona, dalam jumlah assist terbanyak di sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pengaruhnya terhadap tim Albiceleste tetap sangat besar, meski usianya hampir mencapai 40 tahun. Dengan memecahkan rekor yang bertahan sejak tahun 2014, Messi semakin menjauh dari para pesaingnya, membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika berbicara tentang pengaruhnya di panggung dunia.
Warisan yang tak mengenal batas.
Gol pemecah rekor itu lahir dari penyelesaian khas Messi yang membuat para pendukung Argentina bersorak gembira. Momen tersebut menambah satu babak baru dalam karier luar biasa yang sudah mencakup trofi Piala Dunia 2022 dan beberapa gelar Copa America, sekaligus menutup segala perdebatan tentang posisinya di antara para legenda sepak bola dunia.
Catatan 16 gol milik Klose dulu dianggap mustahil untuk dilewati, tetapi ketahanan dan konsistensi Messi membuatnya kembali menulis ulang sejarah. Dengan Argentina yang tampak sebagai kandidat kuat untuk mempertahankan gelar mereka, bukan tidak mungkin masih ada lebih banyak gol yang akan datang dari sang nomor 10 abadi ini.