Cerita Warga Piyaman Manfaatkan Listrik Tenaga Surya untuk Terangi Rumahnya
Hari Susmayanti June 23, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Akhir-akhir ini masyarakat dipusingkan dengan banyaknya pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pemadaman bergilir di sejumlah wilayah itu berdampak terhadap usaha yang dijalankan.

Namun bagian sebagian orang, pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN tidak memberikan pengaruh.

Sebab, mereka memiliki jaringan listrik mandiri yang memanfaatkan tenaga air maupun tenaga surya.

Salah satunya dirasakan oleh Bagyo, warga Padukuhan Ngemplak, Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul.

Bagyo sudah sekitar sepuluh tahun memanfaatkan tenaga surya untuk penerangan di rumahnya.

Meski masih menggunakan pasokan listrik dari PLN, Bagyo tetap setia memanfaatkan jaringan panel tenaga surya untuk penerangan rumahnya.

Seluruh penerangan di rumahnya dan penerangan jalan umum, Bagyo memanfaatkan listrik dari tenaga surya.

Sementara listrik dari PLN hanya digunakan untuk keperluan peralatan listrik yang membutuhkan daya besar.

Dengan pasokan listrik tenaga surya, Bagyo pun tak khawatir lampu rumahnya padam saat listrik PLN padam.

"Kalau listrik padam di sini masih terang," kata Bagyo, warga Ngemplak, saat ditemui di rumahnya, Senin (22/6/2026) petang dikutip dari Kompas.com.

Bahkan jalanan di Padukuhan Ngemplak, terutama di sekitar rumahnya tetap terang benerang di malam hari meski listrik dari PLN mati.

Di jalanan di Padukuhan Ngemplak, tak banyak kabel menjuntai.

Hanya ada tiang-tiang lampu penerangan jalan sederhana yang dilengkapi dengan panel surya berukuran kecil dan sebuah kotak penyimpanan daya saja.

Lampu-lampu penerangan jalan itu akan menyala secara otomatis saat malam tiba dan padam saat siang hari.

Bagyo mengaku listrik tenaga surya di rumahnya digunakan untuk menghidupkan 13 bolam lampu.

Bolam-bolam lampu itu sumber dayanya berasal dari panel tenaga surya yang sudah digunakannya selama 10 tahun terakhir.

Listrik yang dihasilkan dari panel surya itu disimpan dalam dua buah aki yang ditempatkan di atas papan kayu di salah satu sudut rumahnya.

"Ini aman, sudah 10 tahun begitu," kata dia.

Panel surya yang dipasang di rumah ini menurut Bagyo sangat membantu menghemat pengeluaran rumah tangganya.

Sebab, biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar listrik PLN bisa ditekan karena seluruh lampu di rumahnya memanfaatkan listrik tenaga surya.

Selain itu juga lebih ramah lingkungan.

"Kalau hanya pakai listrik membayarnya kan kadang naik, kalau buruh seperti saya kan juga kesulitan," kata Bagyo.

Baca juga: Siap-siap Sebelum Padam, Cek Jadwal Pemadaman Listrik PLN di Yogyakarta dan Sekitarnya 23 Juni 2026

Pakai Aki Bekas

Menurut Bagyo, jaringan listrik tenaga surya miliknya hanya menggunakan aki bekas saja.

Bahkan selama 10 tahun menggunakan listrik tenaga surya, Bagyo mengaku baru tiga kali mengganti aki yang harganya sekitar Rp 350 ribu.

"Kalau pakai ini (tenaga matahari) hanya beli aki bekas saja sudah bisa 3 tahun, tergolong ringan," kata dia.

Bagyo sebenarnya bukan satu-satunya warga yang menggunakan listrik tenaga surya di kampungnya.

Dulu, hampir seluruh warga menggunakan listrik tenaga surya sebagai sumber penerangan tambahan.

Namun saat ini jumlah warga yang memanfaatkan listrik tenaga surya terus berkurang.

"Di sini tinggal beberapa rumah yang memanfaatkan tenaga matahari, lainnya mati karena tidak mau ganti aki (accu)," kata dia. 

Warga mulai beralih ke listrik PLN

Menurutnya, banyak warga memilih kembali sepenuhnya menggunakan listrik PLN ketika aki yang digunakan mulai rusak dan harus diganti.

Padahal, manfaatnya sangat terasa saat pemadaman listrik terjadi.

"Mungkin karena tidak mau ganti aki, sehingga sudah tidak banyak yang memanfaatkan. Padahal bermanfaat saat sering listrik mati," kata dia.

Istri Bagyo, Ngadiyem, merasakan langsung manfaat penggunaan tenaga surya di rumah mereka.

Hampir seluruh ruangan kini mendapat penerangan dari energi matahari yang disimpan dalam aki.

"Hemat, kalau listrik mati jadi tidak takut dan tidak bingung mencari penerangan," kata dia.

Berawal dari gempa Jogja

Beberapa tahun lalu, Kompas.com sempat mewawancarai Muhammad Ahab, warga yang mengenalkan listrik tenaga matahari kepada tetangga-tetangganya.

Ahab bercerita, gagasan itu muncul setelah gempa besar mengguncang Bantul pada 2006.

Saat itu listrik padam dalam waktu lama dan banyak rumah tenggelam dalam kegelapan.

Kesulitan memperoleh listrik membuatnya berpikir mencari sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan warga.

Dari situ, ia mulai belajar merakit sendiri perangkat tenaga surya.

Setelah berhasil menerapkannya di rumah, ia membagikan pengetahuan dan bahkan peralatan kepada warga sekitar, termasuk Bagyo.

Sepuluh tahun berlalu, jumlah pengguna memang tidak sebanyak dulu.

Namun, di beberapa sudut Padukuhan Ngemplak, jejak semangat kemandirian energi itu masih bertahan.

Ketika listrik padam dan kampung-kampung lain mulai gelap, lampu-lampu tenaga matahari di Ngemplak tetap menyala, menerangi jalan dan rumah-rumah warga yang memilih bertahan memanfaatkan energi dari sinar matahari.

Mengenal Listrik Tenaga Surya

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sistem yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik menggunakan teknologi fotovoltaik (PV).

Untuk menghasilkan listrik yang bisa digunakan di rumah atau bangunan, PLTS membutuhkan beberapa komponen penting berikut:

  • Panel Surya (Solar Panels): Komponen utama yang menangkap cahaya matahari. Terdiri dari sel-sel fotovoltaik yang terbuat dari bahan semikonduktor (biasanya silikon).
  • Inverter: Alat ini berfungsi mengubah arus listrik searah (DC) yang dihasilkan panel surya menjadi arus listrik bolak-balik (AC), yaitu jenis listrik yang digunakan untuk elektronik rumah tangga.
  • Solar Charge Controller (SCC): Alat yang mengatur lalu lintas arus listrik dari panel surya ke baterai agar baterai tidak kelebihan daya (overcharging) sehingga lebih awet.
  • Baterai (Aki): Tempat menyimpan cadangan energi listrik yang dihasilkan siang hari agar bisa digunakan pada malam hari atau saat cuaca mendung.
  • Kabel dan Sistem Pengaman: Menghubungkan seluruh komponen dan melindungi sistem dari korsleting atau lonjakan arus.

2. Cara Kerja Sistem PLTS

Proses perubahan matahari menjadi listrik rumahan mengalir melalui tahapan berikut:

  • Penyerapan Cahaya: Panel surya menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari.
  • Efek Fotovoltaik: Cahaya matahari yang diserap menggerakkan elektron di dalam sel surya, sehingga menghasilkan arus listrik searah (DC).
  • Konversi Energi: Arus DC tersebut dialirkan ke Inverter untuk diubah menjadi arus AC bertegangan 220V (standar listrik PLN).
  • Distribusi: Listrik AC kemudian masuk ke panel distribusi listrik (kotak sekring) rumah untuk memberi daya pada lampu, TV, kulkas, dan perangkat lainnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.