Renungan Harian Kristen Selasa 23 Juni 2026, Kejadian 9:5-6, Menghargai Kehidupan
Chintya Rantung June 23, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Selasa 23 Juni 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Kejadian 9:5-6.

9:5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia.

9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Tema perenungan adalah Menghargai Kehidupan.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dunia kerja yang kompetitif dan menjunjung tinggi produktivitas, menuntut manusia bekerja secara efektif dan efisien. 

Situasi ini menuntut manusia mengorbankan banyak hal, termasuk kesehatan. 

Ada manusia terjebak dalam gaya hidup yang tidak sehat, workaholic atau hustle culture (budaya gila kerja), jarang olahraga, kurang tidur, makan tidak teratur dan tidak sehat. 

Ini mungkin adalah bentuk pengorbanan dalam melaksanakan peran dan tanggung jawab. 

Namun, bagi Tuhan Allah ini adalah tindakan yang tidak menghargai kehidupan yang telah diberikan-Nya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Perintah Tuhan Allah kepada Nuh tentang nyawa manusia, menunjukkan bahwa Ia sangat menghargai nyawa manusia. 

Perintah-Nya jelas bahwa baik binatang atau manusia yang menumpahkan darah manusia akan dituntut. 

Perintah ini memilik dimensi dua arah, yakni binatang yang mengambil nyawa manusia dan manusia yang mengambil nyawa sesama manusia (ay. 5). 

Binatang membunuh manusia dapat terjadi ketika manusia mengganggu habitat atau kelangsungan hidup binatang itu di habitatnya. 

Namun, tindakan pengambilan nyawa manusia oleh manusia justru lebih rumit. 

Perintah ini tidak hanya menyangkut pembunuhan terhadap manusia lain, tapi juga mencakup tindakan bunuh diri (suicidal) secara langsung dan secara perlahan yang tanpa disadari dilakukan melalui gaya hidup yang tidak sehat. 

Kata yišāpēk dan šāpak (tumpah ruah) yang muncul bersamaan dengan kata‘āsāh (“Allah menjadikan…”, bdk. Kej. 1), menunjukkan bahwa larangan penumpahan darah berkaitan dengan proses penciptaan manusia yang segambar dan serupa dengan Tuhan Allah (ay. 6).
 
Tindakan ini merusak citra Tuhan Allah, sebab Ia sangat menghargai kehidupan manusia dan menghendaki supaya kelangsungan hidup semua ciptaan-Nya ada dalam tatanan damai sejahtera.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Banyak penelitian menunjukkan gaya hidup manusia modern yang tidak sehat dan tanpa disadari membunuh manusia secara perlahan. 

Penyakit yang dulu ditemui pada usia lanjut, kini sudah dirasakan oleh pekerja dalam rentang usia 30-an. 

Budaya gila kerja tidak jarang membuat manusia depresi. 

Kasus bunuh diri yang terjadi kebanyakan berasal dari orang-orang yang depresi karena masalah pekerjaan. 

Lebih mudah bagi kita untuk melakukan tindakan preventif terhadap tindakan pembunuhan terhadap orang lain, daripada berbicara tentang bunuh diri. 

Sebagai keluarga Kristen, mari kita terus berupaya untuk selalu hadir dalam kehidupan sesama kita. 

Saling mengingatkan untuk menjaga gaya hidup sehat, mengatur waktu kerja dan istirahat, mengendalikan stress, serta berusaha hadir mendampingi mereka yang depresi dan kesepian. Amin.

Sumber: dodokugmim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.