SURYA.co.id, SURABAYA - Pertalite beberapa hari ini mulai langka di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Pantauan SURYA.co.id, Selasa (23/6/2026), sejumlah kendaraan kecele dan balik kanan di SPBU Bringin, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jatim.
Sementara SPBU yang lain di wilayah yang sama, BBM bersubsidi itu diserbu pemilik kendaraan.
Baca juga: Fenomena Antre Panjang dan Pertalite Kosong di SPBU Gresik Dampak Kenaikan Harga BBM Non Subsidi
Tepatnya di SPBU Pelem, Kecamatan Pare. Pantauan surya.co.id di lokasi, antrean memanjang hingga jalan raya.
"Di POM Bringin habis, saya ke sini. Antre lama tidak apa apa. Takutnya siang Pertalite habis sperti kemarin," kata Bahrudin, salah satu pengantre Pertalite.
Sejak pagi, pengguna kendaraan sudah mengantre di SPBU. Mereka takut kehabisan Pertalite.
Pengakuan petugas memang antrean memanjang itu sudah terjadi beberapa hari ini.
Tampak antrean tetap memanjang di jalur Pertalite. Didominasi roda dua, antrean itu terus terjadi.
SURYA.co.id yang ada dalam antrean itu perlu waktu 45 menit untuk bisa mendapatkan layanan Pertalite.
Pantauan waktu antrean pengguna motor, saat di barisan antrean pukul 07.15, baru terisi Pertalite pukul 08.00 an.
Paling cepat antrean motor paling cepat sekitar 30 menit.
Banyak di antara pemilik kendaraan hanya bisa pasrah. Ada yang duduk di atas jok motor sembari menunggu antrean
Ada juga yang mengantre sambil memainkan HP. Ada juga yang saling ngobrol di antara antrean.
Mereka tetap terus mengantre di jalur Pertalite karena harganya Rp 10.000 per liter.
Petugas SPBU Pelem, Kabupaten Kediri, mengakui dua hari ini banyak pengantre. Salah satunya karena SPBU yang lain stok Pertalie habis.
Akibatnya SPBU yang tersedia BBM bersubsidi ini akan diserbu.
Belum diperoleh keterangan yang menjadi penyebab Pertalite langka di wilayah Kabupaten Kediri.
Apakah tingginya permintaan saat libur sekolah atau pasokan yang tepat atau berkurang.