Kuota 16 Orang, Disnaker Pangkalpinang Buka Pelatihan Barista Gratis untuk SDM Siap Kerja
Asmadi Pandapotan Siregar June 23, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tren pertumbuhan usaha kedai kopi dan meningkatnya minat masyarakat terhadap industri kopi menjadi peluang baru bagi pencari kerja di Kota Pangkalpinang. Melihat kondisi tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang kembali membuka pelatihan peracikan kopi dasar (barista) secara gratis bagi masyarakat melalui program Tailor Made Training (TMT).

Program peningkatan kompetensi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disnaker Kota Pangkalpinang dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, industri kopi saat ini berkembang cukup pesat dan membuka banyak peluang pekerjaan baru, mulai dari barista, pengelola kedai kopi hingga pelaku usaha mandiri.

"Pelatihan ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini," ujar Amrah, kepada Bangkapos.com, Selasa (23/6/2026).

Ia mengungkapkan, kepercayaan yang kembali diberikan BPVP Belitung kepada Kota Pangkalpinang untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program pelatihan kerja yang selama ini digelar Disnaker.

Amrah menjelaskan, selain meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam bidang peracikan kopi, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya tenaga kerja baru yang produktif dan siap bersaing di dunia kerja.

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali wawasan kewirausahaan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membuka usaha sendiri.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta tidak hanya memiliki kemampuan meracik kopi, tetapi juga mempunyai mental kerja dan jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha," katanya.

Pelatihan tersebut akan diikuti sebanyak 16 peserta yang akan mendapatkan materi teori dan praktik langsung dari instruktur profesional berpengalaman di bidangnya. Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya.

Menurut Amrah, kesempatan ini menjadi peluang berharga bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh keterampilan baru yang memiliki prospek kerja cukup menjanjikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Belitung yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kualitas tenaga kerja di Pangkalpinang.

"Kami berterima kasih atas dukungan BPVP Belitung yang terus hadir membantu peningkatan kompetensi masyarakat. Sinergi ini sangat penting dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan berdaya saing," ujarnya.

Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Selanjutnya, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 10 Juli 2026, disusul proses seleksi peserta pada 13 hingga 14 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan diumumkan pada 16 Juli 2026.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 29 Juli 2026 dengan total durasi 80 jam pelajaran (JP).

Adapun syarat pendaftaran antara lain berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Kota Pangkalpinang yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga Kota Pangkalpinang, serta memiliki Kartu AK-1 atau kartu pencari kerja. Kuota peserta dibatasi hanya untuk 16 orang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.