Berat Badan Anak Sulit Naik? Dokter Jelaskan Pentingnya Zat Besi, di Mulai dari Usia 4 Bulan
Rr Dewi Kartika H June 23, 2026 02:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Berat badan anak yang sulit naik, salah satu penyebabnya bisa saja karena kekurangan zat besi.

Kepada TribunJakarta.com, Dokter spesialis anak, dr. Ari Prayogo, Sp.A, menjelaskan pentingnya zat besi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Banyak orang tua mengira kebutuhan zat besi anak sudah terpenuhi setelah bayi mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). 

Namun, anggapan tersebut ternyata belum sepenuhnya tepat.

Zat Besi dari ASI Mulai Tidak Cukup Setelah Usia 4 Bulan

Dokter Ari menjelaskan bahwa pada masa awal kehidupan, kebutuhan zat besi bayi umumnya masih dapat dipenuhi dari ASI.

"Anjurannya untuk usia 0 baru lahir sampai usia 4 bulan, itu sumber zat besinya cukup dari ASI saja," kata dokter Ari.

Namun, kondisi tersebut berlaku dengan catatan ibu dalam keadaan sehat, memiliki kadar zat besi yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi selama masa menyusui.

Setelah bayi memasuki usia 4 bulan, kebutuhan zat besi mulai meningkat sehingga pasokan dari ASI saja tidak lagi mencukupi.

"Mulai dari 4 bulan itu zat besi dari ASI saja rata-rata mulai tidak cukup. Mulai ada gap dari yang dibutuhkan oleh si bayi dengan yang bisa diberikan oleh ibu," ujarnya.

Karena itu, suplementasi zat besi mulai dianjurkan sejak usia 4 bulan dan dilanjutkan ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI pada usia 6 bulan.

Sudah MPASI, Mengapa Masih Perlu Suplemen Zat Besi?

Dokter Ari mengatakan, banyak orang tua beranggapan makanan seperti bayam, hati ayam, atau sumber zat besi lainnya sudah cukup memenuhi kebutuhan harian anak. 

Padahal, pada usia 6 bulan hingga 2 tahun, pola makan anak masih belum stabil.

Menurutnya, fase MPASI merupakan masa belajar bagi bayi untuk mengenal berbagai jenis makanan. 

Tidak jarang anak hanya makan sedikit, menolak makanan tertentu, atau memuntahkan kembali makanan yang diberikan.

"Karena 6 bulan itu kan masih belajar untuk MPASI. Jadi kadang-kadang mau, kadang tidak. Kadang banyak, kadang sedikit," jelas dokter Ari.

Ia menambahkan, variasi dan jumlah makanan yang dikonsumsi anak pada usia tersebut sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan zat besi harian secara optimal.

"Memang 6 bulan sampai 2 tahun itu diharapkan masih dapat suplementasi zat besi dulu," katanya.

Kekurangan Zat Besi Bisa Ganggu Pertumbuhan Anak

Selain membahas kebutuhan zat besi, dokter Ari juga menyinggung sejumlah penyebab berat badan anak sulit naik.

Menurutnya, kualitas makanan menjadi faktor pertama yang perlu dievaluasi. Banyak anak terlihat makan dalam jumlah banyak, tetapi asupan gizinya kurang seimbang.

"Kadang banyak, tapi ternyata banyaknya kerupuk atau camilan saja. Berarti banyak, tapi menjadi tidak berkualitas," ujar dokter Ari.

Selain itu, berat badan yang tidak kunjung bertambah juga bisa menjadi tanda adanya penyakit yang tidak disadari orang tua.

"Yang paling sering adalah infeksi saluran kemih atau TBC. Tidak ada tanda-tanda yang jelas, tapi berat badan tidak bertambah," kata dokter Ari.

Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kekurangan mikronutrien, termasuk zat besi.

"Misalnya kekurangan zat besi. Jadi anemia, anemia membuat anak tidak tumbuh juga," ucapnya.

Kapan Anak Tidak Lagi Memerlukan Suplemen Zat Besi?

Ari menjelaskan, kebutuhan suplementasi zat besi rutin umumnya berlangsung hingga usia 2 tahun.

Setelah melewati usia tersebut, anak biasanya sudah memiliki pola makan yang lebih baik dan lebih mudah menerima berbagai jenis makanan bergizi.

"Di atas 2 tahun diharapkan anak itu sudah lebih open terhadap makanan dan lebih oke pola makannya. Di situ sudah tidak semua orang memerlukan suplementasi gizi rutin," jelasnya.

Meski demikian, orang tua tetap perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi melalui makanan yang beragam dan seimbang agar pertumbuhan berlangsung optimal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.