Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan masih dalam kondisi aman pasca terjadinya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat memunculkan kepulan asap tipis di sekitar kawasan tersebut.
Baca juga: JPU Tuntut Kakek Mujiran 3 Bulan Penjara dalam Kasus Getah Karet di Lampung Selatan
Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi, Syamsiar menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada dampak langsung dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengganggu aktivitas masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, arah embusan asap dari erupsi tidak mengarah ke Pulau Sebesi, melainkan bergerak ke arah barat menuju Pulau Jawa akibat faktor arah angin.
"Sejauh ini kondisi di Pulau Sebesi masih aman. Tidak ada abu vulkanik yang sampai ke permukiman warga, begitu juga tidak terdengar suara dentuman dari lokasi erupsi," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Syamsiar juga menambahkan bahwa aktivitas warga tetap berjalan normal seperti biasa.
Fenomena asap vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sesekali terlihat sudah menjadi hal yang umum bagi masyarakat setempat, sehingga tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.
Hingga kini, tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tersebut.
Selain itu, pihak desa juga belum menerima keluhan kesehatan seperti batuk-batuk atau gangguan pernapasan yang dikaitkan dengan dampak erupsi.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menyebut kondisi di wilayah mereka hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, meski berada di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hal tersebut disampaikan salah satu warga sekaligus pemilik kapal penyeberangan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi dan pulau-pulau sekitar, Chandra.
Ia menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa adanya gangguan signifikan dari aktivitas gunung maupun kondisi perairan.
Menurut keterangan warga di lapangan, tidak terdapat suara dentuman besar ataupun tanda-tanda erupsi yang mengkhawatirkan.
Aktivitas yang terlihat hanya berupa asap tipis dari kawasan gunung, yang disebut masih dalam batas wajar.
"Enggak ada, belum ada. Cuma ngasep aja. Kita juga sudah cek ke pemantau, kondisi masih normal," ujar Chandra, Selasa (23/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan pemantauan lokal, radius aktivitas yang terpantau masih berada di sekitar kawasan puncak dan belum berdampak langsung ke permukiman warga di Pulau Sebesi Pulau Sebesi.
Dari sisi kondisi perairan, warga yang sehari-hari beraktivitas sebagai nelayan maupun penyedia jasa transportasi laut menyebutkan bahwa situasi laut dalam beberapa hari terakhir cukup tenang.
Gelombang dan angin relatif stabil, sehingga aktivitas penyeberangan dari Dermaga Canti Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi dan wilayah sekitarnya tetap berjalan lancar.
"Laut lagi bagus, enggak ada gelombang besar. Angin juga tenang dua hari ini. Jadi aktivitas normal," tambahnya.
Warga menegaskan bahwa kehidupan di Pulau Sebesi tetap berlangsung seperti biasa, mulai dari kegiatan nelayan hingga aktivitas perkebunan.
Hingga saat ini, masyarakat tidak mengungkapkan adanya kepanikan maupun gangguan akibat isu aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Dengan kondisi tersebut, warga menyebut situasi Pulau Sebesi masih dalam keadaan aman dan terkendali, meski tetap mengimbau agar informasi resmi dari pihak berwenang tetap menjadi rujukan utama bagi masyarakat.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda hingga kini masih berada pada Status Level II atau Waspada.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )