TRIBUNNEWS.COM - Kelompok peretas Ukraina dilaporkan berhasil membobol sistem kendali tempur Rusia, Glaz/Groza, dan memperoleh akses ke data serta materi internal yang terkait dengan platform tersebut.
Mengutip techradar.com, insiden ini menarik perhatian karena Groza digunakan untuk mengoordinasikan pengintaian, penentuan sasaran, dan komunikasi medan perang antara berbagai unit militer.
Informasi yang dirilis setelah peretasan menunjukkan bahwa para penyerang memperoleh dokumentasi teknis, materi pelatihan, dan berbagai catatan operasional yang berhubungan dengan sistem tersebut.
Menurut komunitas "Where is Russia today", materi yang berhasil diakses mencakup instruksi penggunaan, paten, video, dan dokumentasi pengguna dalam jumlah besar.
Groza merupakan salah satu aplikasi komando dan kendali militer Rusia yang membantu menghubungkan operator drone, komandan lapangan, dan unit artileri selama operasi militer. Perangkat lunak ini dirancang untuk mempercepat proses dari identifikasi target hingga pengarahan tembakan ke sasaran.
Peretasan tersebut mengungkap bahwa fungsi dukungan teknis dan distribusi perangkat lunak diduga dikelola melalui grup Telegram yang digunakan oleh administrator dan personel militer.
Baca juga: Peretas Bobol Instagram Pejabat Space Force AS, Sebar Propaganda Iran dan Video Perang Vietnam
Saluran tersebut disebut bertanggung jawab menyediakan pembaruan aplikasi dan membantu pengguna mengatasi berbagai masalah operasional.
Ketergantungan pada Telegram untuk sebagian fungsi administrasi memicu sorotan karena sistem manajemen tempur biasanya menangani informasi medan perang yang sangat sensitif.
Peta yang terintegrasi dalam platform memungkinkan personel mencatat posisi pasukan sendiri maupun lawan guna menjaga kesadaran situasional di medan tempur. Setelah peretasan terjadi, para penyerang dilaporkan mengubah sebagian data peta dan menyisipkan gambar bendera Ukraina beserta pesan-pesan lainnya.
Menurut kelompok yang mengungkap insiden tersebut, para pengguna terdampak mengalami gangguan berulang saat mencoba mengakses atau memulihkan fungsi aplikasi.
"Banyak keluhan dari pengguna terkait pembobolan ini telah tercatat. Mereka tidak dapat terhubung ke aplikasi, tidak mampu menghapus gambar yang terus muncul kembali, dan para administrator sedang berusaha memperbaiki masalah tersebut," demikian pernyataan kelompok itu.
Selain gangguan yang terlihat secara langsung, peretasan tersebut juga dilaporkan membuka akses terhadap sejumlah besar materi pendukung yang berkaitan dengan platform manajemen tempur tersebut.
Peretas Ukraina disebut menemukan ratusan halaman panduan pengguna yang menjelaskan cara pengoperasian aplikasi beserta berbagai fiturnya.
Informasi yang bocor juga mencakup sebuah video pelatihan yang diduga memperlihatkan sistem beroperasi secara langsung.
Sebuah paten yang terkait dengan Groza juga dilaporkan termasuk di antara materi yang diperoleh, memberikan rincian mengenai cara kerja sistem dan interaksinya dengan teknologi lain.
Dokumentasi paten tersebut disebut memuat informasi mengenai arsitektur platform, pengguna yang dituju, serta integrasinya dengan sistem militer terkait.
Materi-materi tersebut berpotensi memberikan gambaran mengenai struktur yang mendukung lingkungan perangkat lunak tersebut secara lebih luas.
Namun, dampak operasional dari peretasan ini belum dapat diverifikasi secara independen. Sejauh mana gangguan yang ditimbulkan masih belum jelas berdasarkan informasi yang tersedia saat ini.
(*)