Pemkot Madiun Gencarkan Program Si Batik Ulos, Target 800 Warga Skrining TBC 2026
Rendy Nicko June 23, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun memperketat upaya pengendalian tuberkulosis TBC melalui program Si Batik Ulos, singkatan dari Skrining Bina Wilayah Terpadu Investigasi Kontak Tuberkulosis. Program ini fokus mendeteksi dini penderita dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes PPKB Kota Madiun menggelar skrining kontak erat salah satunya di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Senin 22/6/2026. Sebanyak 100 warga dengan riwayat kontak pasien TBC menjadi sasaran.

Kabid Pelayanan Kesehatan, Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat PLK UKP UKM Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra menjelaskan, Si Batik Ulos merupakan langkah aktif menemukan kasus sedini mungkin sebelum meluas.

Baca juga: PT Gudang Garam Tbk Tebar Dividen Rp 1,53 Triliun untuk Pemegang Saham, RUPS Angkat Komisaris Baru

“Intinya kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini dengan melakukan skrining kepada kontak erat penderita TBC. Harapannya kita bisa mengetahui sejak awal apabila ada yang terduga TBC sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan,” kata Neva, Senin 22/6/2026.

Skrining Lengkap + Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Rangkaian kegiatan diawali sosialisasi tentang TBC, cara penularan, pencegahan, dan pengobatan. Peserta kemudian menjalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis CKG meliputi tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan kadar gula darah.

Skrining TBC dilakukan lewat wawancara gejala dan riwayat kontak. Jika mengarah ke TBC, peserta dilanjutkan tes Mantoux dan rontgen X-ray. Pasien positif mendapat pengobatan standar 6 bulan yang bisa diambil di puskesmas sesuai domisili.

“Kalau hasilnya positif, akan dilakukan tatalaksana pengobatan TBC. Obat bisa diambil di puskesmas sesuai wilayah masing-masing,” ujar Neva.

Target 800 Warga di 8 Kelurahan Kantong TBC

Neva menyebut pelacakan kontak erat krusial. Setiap 1 penderita TBC minimal ditelusuri 10 orang kontak eratnya. Sepanjang 2026, Dinkes menargetkan 800 warga di 8 kelurahan dengan angka kasus relatif tinggi untuk diskrining.

Petugas Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan skrining TBC, Senin (22/6/2026).
SKRINING - Petugas Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan skrining TBC pada warga Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo, Senin (22/6/2026).

Strategi “jemput bola” diterapkan di wilayah kantong kasus di tiga kecamatan. Kolaborasi juga dilakukan dengan RS Paru Manguharjo dan RSUD Kota Madiun yang menyediakan X-ray portabel untuk mempercepat deteksi lapangan.

“Kita lakukan jemput bola di delapan kelurahan yang memang kasusnya lebih tinggi dibanding wilayah lain. Tujuannya agar kontak erat bisa segera ditemukan dan diperiksa,” jelasnya.

Meski tren kasus TBC Madiun menurun dibanding tahun sebelumnya, saat ini masih tercatat 200-300 kasus. Selain menemukan penderita baru, skrining juga memberi Terapi Pencegahan TBC TPT bagi kontak erat tanpa gejala agar infeksi tidak berkembang menjadi TBC aktif.

“Harapannya kita bisa menemukan sedini mungkin kontak erat penderita TBC. Jika belum bergejala bisa diberikan terapi pencegahan, sedangkan yang bergejala akan diperiksa lebih lanjut sehingga penularan dapat segera diputus,” pungkas Neva. (*)

(Sofyan Arif Chandra/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.