TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok gelandang Albania, Enriko Papa yang jadi sorotan di awal bursa transfer musim 2026.
Enriko Papa merupakan pemain Albania yang saat in bermain untuk FC Botosani.
Dilansir TribunWow.com, Enriko Papa sempat dikaitan beberapa klub asal Indonesia maupun luar negeri.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh jurnalis asing asal Italia, Lorenzo Lepore memalui akun Instagram, Rabu (10/6/1016).
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa Enriko Papa mendapat tawaran dari Persib Bandung, Buriram United, dan Selangor FC.
Baca juga: Sosok Aqil Savik: Mantan Kiper Persib Bandung yang Masuk Bidikan Transfer Persija Jakarta
Selain itu, ia juga mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak dari FC Botoșani.
"Enriko Papa: "Ya, Persib telah melakukan kontak. Buriram dan Selangor juga tertarik. Tapi saya kapten di Botoșani dan mereka telah menawarkan perpanjangan kontrak. Saya belum memutuskan apa pun — saya sedang mempertimbangkan pilihan terbaik untuk saya dan keluarga saya," ungkap Lorenzo Lepore.
Namun hingga kini, Enriko Papa belum menentukan keputusan terkait masa depannya.
Terbaru, Enriko Papa juga dikabarkan diminati oleh klub Liga 1 Indonesia lainnya, Dewa United untuk musim depan.
Rumor tersebut diungkapkan oleh akun Instagram, @fabrizioasia_, Senin (22/6/2026).
"EXCLUSIVE – TRANSFER UPDATE
Dewa United siap menikung Persib Bandung dalam perburuan tanda tangan gelandang tengah FC Botoșani, Papa Enriko.
Menurut informasi yang diperoleh Fabrizio Asia, Dewa United telah mengajukan tawaran resmi kepada sang pemain untuk musim 2026/2027.
Saat ini proses negosiasi masih berlangsung. Persib Bandung, Dewa United, dan FC Botoșani masih terlibat dalam pembicaraan untuk menentukan masa depan pemain tersebut.
Persaingan ketat diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan demi mendapatkan tanda tangan Papa Enriko.
Pantau terus perkembangan transfer terbaru hanya di Fabrizio Asia," tulis akun tersebut.
Baca juga: Gebrakan Mencengangkan Persita Tangerang: 2 Pilar Eks Persib Bandung Idola Bobotoh Kans Digaet
Enriko Papa lahir di Albania, pada 12 Maret 1993.
Pemain yang saat ini berusia 33 tahun tersebut memiliki nilai pasar sebesar Rp6,08 miliar.
Dengan tinggi 1,78 meter, Enriko Papa berposisi sebagai gelandang tengah serta ia juga bisa bermain di sektor gelandang bertahan maupun serang.
Enriko Papa memulai kariernya di Albania bersama FK Apolonia pada 2012/2013 dan sering berpindah klub di awal kariernya, termasuk FK Tomori Berat, KF Butrinti, FK Bylis, KF Tirana, KF Teuta, dan KS Lushnja.
Pada 2018 ia pindah ke FC Botosani di Rumania dan mulai lebih stabil.
Setelah itu ia melanjutkan karier ke Caykur Rizespor di Turki pada 2022, sempat dipinjamkan ke Sepsi OSK, lalu kembali lagi ke Rizespor.
Ia kemudian kembali ke KS Lushnja pada 2023, sebelum akhirnya bergabung lagi dengan FC Botosani pada 2025 setelah sebelumnya membela KF Laci.
Baca juga: Sosok Tyronne del Pino: Eks Gelandang Persib Bandung yang Jadi Incaran Persita Tangerang
Tanggal lahir / Usia: 12 Maret 1993 (33)
Tempat kelahiran: Kucove, Albania
Tinggi: 1,78 m
Kewarganegaraan: Albania Albania
Posisi: Gelandang - Gel. Tengah
Kaki dominan: Kanan
Agen pemain: Tidak ada agen
Klub Saat Ini: FC Botosani
Bergabung: 4 Januari 2025
Kontrak berakhir: -
Nilai pasar: Rp6,08 miliar.
Statistik Berdasarkan Klub
FC Botosani: 174 pertandingan, 13 gol, 18 asis, 46 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 11.731 menit bermain.
KS Lushnja: 37 pertandingan, 1 gol, 5 asis, 6 kartu kuning, 2.932 menit bermain.
FK Apolonia: 20 pertandingan, 2 gol, 3 kartu kuning, 1.037 menit bermain.
FK Bylis: 18 pertandingan, 2 gol, 1 asis, 3 kartu kuning, 1.262 menit bermain.
Sepsi OSK: 18 pertandingan, 4 kartu kuning, 691 menit bermain.
C. Rizespor: 17 pertandingan, 1 gol, 1 asis, 2 kartu kuning, 850 menit bermain.
KF Laci: 16 pertandingan, 1 gol, 5 kartu kuning, 1.249 menit bermain.
KF Tirana: 13 pertandingan, 1 gol, 1 kartu kuning, 238 menit bermain.
KF Teuta: 9 pertandingan, 1 gol, 430 menit bermain.
Statistik Berdasarkan Kompetisi
Liga Nasional: 299 pertandingan, 21 gol, 24 asis, 67 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 18.813 menit bermain.
Kejuraan Domestik: 23 pertandingan, 1 gol, 1 asis, 3 kartu kuning, 1.607 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari STMIK Amikom Surakarta/Lifia Anggraini)