TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sembilan penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur dilarikan ke Rumah Sakit Aisyiyah (RSIA) Muntilan setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi nasi goreng yang diolah dari sisa makanan donasi.
Update terbaru, dari total 9 anak yang bergejala, tercatat masih ada enam korban yang mendapatkan penanganan medis lanjutan per Selasa (23/6/2026).
Dengan demikian, jumlah penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, yang masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan berangsur berkurang.
Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, menjelaskan makanan tersebut berasal dari donasi siang hari yang kemudian dimasak ulang untuk santapan malam anak-anak yang sedang bertugas piket.
“Awalnya itu makanan donasi siang hari. Karena masih ada sisa, kemudian diolah kembali menjadi nasi goreng untuk makan malam. Yang mengonsumsi makanan tersebut ada 14 anak,” kata Yus.
Gejala mulai muncul pada dini hari berupa diare, muntah, dan kondisi tubuh yang melemah. Pengurus sempat melakukan penanganan awal sebelum akhirnya membawa para korban ke rumah sakit setelah kondisi sebagian anak memburuk.
“Ketika sore hari ada yang kondisinya menurun, kami langsung membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Hingga Selasa, enam korban masih menjalani observasi dan perawatan medis. Mereka terdiri dari penghuni dan pendamping dengan rentang usia remaja hingga dewasa.
Pihak panti menyampaikan kondisi para korban terus dipantau sambil menunggu hasil evaluasi medis lebih lanjut.
Yus menegaskan hingga saat ini penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Kalau penyebab pastinya kami belum bisa memastikan. Ini masih sebatas dugaan karena ada anak yang makan tetapi tidak mengalami keluhan kesehatan,” ungkapnya.
Pascakejadian tersebut, pengurus panti berencana memperkuat edukasi mengenai keamanan pangan, termasuk tata cara penyimpanan dan pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Diketahui, Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur memiliki 36 anak asuh dengan total penghuni dan pendamping sekitar 48 orang. Saat kejadian, hanya sebagian penghuni yang berada di lokasi dan mengonsumsi makanan tersebut.