SMPN 1 Nunukan Pastikan Seleksi SPMB Transparan, Nilai TKA Jadi Penentu Baru di Jalur Prestasi
Junisah June 23, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan secara transparan, objektif, dan sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Rustiningsih, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara daring melalui aplikasi yang terintegrasi dengan Dinas Pendidikan dan Kominfo sehingga dapat dipantau langsung oleh masyarakat.

“Orang tua bisa melihat perkembangan melalui aplikasi. Semua berkas yang masuk diverifikasi oleh panitia sebelum dinyatakan valid,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (23/6/2026).

Tahun ini terdapat salah satu perubahan penting dalam jalur prestasi, yakni diberlakukannya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian.

Baca juga: Pendaftaran SPMB di SMPN 1 Nunukan Membludak, Hari Pertama Jalur Prestasi dan Afirmasi Lampaui Kuota

Nilai TKA akan digabungkan dengan rata-rata nilai rapor selama empat semester, yakni kelas V hingga kelas VI sekolah dasar.

Selain itu, peserta yang memiliki sertifikat kejuaraan juga akan memperoleh tambahan skor sesuai tingkatan prestasi yang diraih, mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

“Nilai TKA ditambahkan dengan nilai rapor empat semester. Kalau punya prestasi lomba juga ada tambahan skor sesuai tingkat kejuaraannya,” jelas Rustiningsih.

Meski proses pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah masih menemukan sejumlah kendala yang dialami pendaftar. Kendala paling sering terjadi adalah kesalahan unggah dokumen dan data yang belum lengkap saat proses pendaftaran.

Kepala SMPN 1 Nunukan Rustiningsih 01 23062026
RUSTINIGSIH - Kepala SMPN 1 Nunukan, Rustiningsih, memberikan penjelasan terkait pelaksanaan SPMB 2026/2027 yang mencakup daya tampung, kuota tiap jalur, serta sistem seleksi berbasis online yang saat ini tengah berlangsung di sekolah tersebut.

“Kadang ada yang mengunggah titik lokasi yang tidak sesuai dengan alamat sebenarnya. Itu yang kami cek kembali saat verifikasi,” katanya.

Rustiningsih menegaskan pihak sekolah juga telah memasang berbagai informasi terkait pencegahan gratifikasi selama pelaksanaan SPMB. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.

Terkait peserta yang nantinya belum tertampung di SMPN 1 Nunukan, ia meminta orang tua tidak berkecil hati karena masih tersedia sekolah lain yang dapat menjadi pilihan.

“Bukan berarti kalau tidak masuk SMPN 1 tidak bisa berprestasi. Semua sekolah memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.