TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Sejumlah anak di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala keracunan makanan.
Enam di antaranya bahkan harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Muntilan Magelang.
Mereka mengalami diare hingga sakit kepala luar biasa setelah mengonsumsi nasi goreng, Senin (22/6/2026).
"Enam anak ini karena kondisinya lebih mengkhawatirkan dibanding yang lain. Mereka masih diare, lemes, sakit kepala luar biasa," kata Ketua Panti Asuhan, Yus Listiawan, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Isu Blackout Melanda Magelang, Listrik Mati di Sejumlah Wilayah Kota dan Kabupaten
Menurut Yus, nasi goreng ini diolah dari nasi pemberian donatur pada Minggu (21/6/2026) siang.
Selain nasi, ada pula lauk berupa telur ceplok, bihun, dan oseng kacang panjang.
Ada 14 anak yang memakan nasi goreng tersebut.
Namun, setelah itu, sembilan anak mengalami diare, mual, hingga pusing.
Sedangkan, lima anak lain tidak mengalami gejala keracunan.
Sembilan anak itu kemudian dilarikan ke RSU Aisyiyah Muntilan untuk mendapat perawatan medis.
"(Tiga anak) sudah berangsur membaik," ucapnya.
Kejadian ini telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang 11 Rumah di Grabag Magelang, 12 Orang Mengungsi
Petugas Dinkes Kabupaten Magelang pun telah turun tangan mendata gejala korban.
"Mereka menyurvei apa yang menjadi penyebab tertinggi. Soalnya, (sampel) makanan juga sudah enggak ada," katanya.
Ayunda (14), satu di antara penghuni Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri, mengaku tidak mengalami gejala keracunan setelah memakan nasi goreng.
"Aku makan nasi goreng, ada bihunnya juga, itu nggak apa-apa," ucapnya, Senin.
Ayunda pun tidak merasakan makanan tersebut sudah basi. (Kompas.com/Egadia Birru)