TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Antusiasme para pencinta musik rock di Indonesia untuk menyaksikan penampilan legendaris My Chemical Romance (MCR) sangat luar biasa.
Tiket konser tunggal bertajuk My Chemical Romance Live in Jakarta yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada 22 November 2026, dilaporkan sudah nyaris habis terjual.
Pihak promotor, Ravel Entertainment, melalui pembaruan peta kursi resmi mengumumkan bahwa sejumlah kategori tiket utama kini sudah tidak lagi tersedia.
Kelas tiket yang telah ludes terjual di antaranya adalah kategori Festival, Cat 1 Center, Cat 2 Center, dan Cat 3 Center.
Baca juga: Ini Alasan Avenged Sevenfold Konser Lebih Dulu dari MCR di JIS
Sementara itu, beberapa kategori lain yang masih tersisa kini sudah berstatus almost sold out atau sangat terbatas.
Tiket yang masih bisa diburu oleh para penggemar tersisa pada posisi sayap, meliputi Cat 1 Left & Right (Rp3.099.000), Cat 2 Left & Right (Rp2.099.000), serta Cat 3 Left & Right (Rp1.059.000).
Ravel Entertainment juga mengimbau agar calon penonton hanya melakukan transaksi pembelian melalui jalur resmi demi menghindari penipuan.
Tingginya angka penjualan ini sekaligus mengobati kekecewaan penggemar setelah sebelumnya MCR dipastikan batal memeriahkan panggung festival musik keras Hammersonic 2026.
Dibentuk di Newark, New Jersey pada tahun 2002, My Chemical Romance mengawali langkahnya di industri musik lewat album independen I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love.
Band yang digawangi oleh vokalis Gerard Way dan kawan-kawan ini bertransformasi menjadi ikon global musik alternative rock/emo setelah bergabung dengan Reprise Records.
MCR mencetak kesuksesan masif lewat album Three Cheers for Sweet Revenge (2004) yang melahirkan tembang hit seperti "I'm Not Okay (I Promise)" dan "Helena".
Puncak popularitas mereka dikukuhkan melalui album adikarya The Black Parade (2006). Lagu utamanya, "Welcome to the Black Parade", sukses merajai tangga lagu Billboard serta Inggris.
Hingga saat ini, karya-karya MCR tetap relevan dengan mencatatkan lebih dari setengah miliar streaming global kumulatif setiap tahunnya, membuktikan warisan musik mereka yang tak lekang oleh waktu.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)