TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Sepanjang Juni 2026, sebanyak 28 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Menyikapi hal tersebut dan melihat kondisi cuaca saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Rawas menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Dari data yang ada, sepanjang Juni ini ada 28 titik hotspot yang terpantau di Musi Rawas. Kemudian pada bulan lalu sebanyak 76 titik," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Musi Rawas, H A Darsan kepada Sripoku.com, Selasa (23/6/2026).
Dikatakan Darsan, jumlah tersebut berpotensi bertambah jika melihat kondisi cuaca di Musi Rawas yang saat ini semakin panas.
Meski demikian, wilayah Musi Rawas masih sesekali diguyur hujan.
"Seperti tiga hari terakhir ini, Alhamdulillah Musi Rawas masih turun hujan. Ini bisa menekan angka titik hotspot di Musi Rawas," ungkapnya.
Ditambahkan Darsan, menyikapi kondisi tersebut, BPBD Musi Rawas telah mempersiapkan sejumlah perlengkapan pemadaman karhutla, seperti dua unit mobil tangki air, mesin pompa, selang, nozzle, serta peralatan pendukung lainnya.
"Untuk personel juga kami siagakan selama 1x24 jam yang siap diterjunkan kapan pun saat dibutuhkan," tegasnya.
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Sumsel Sudah Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Karhutla
Dijelaskan Darsan, berdasarkan hasil pemetaan, setidaknya ada enam kecamatan di Musi Rawas yang dikategorikan sangat rawan terjadi karhutla, yakni Kecamatan Muara Lakitan, BTS Ulu, Muara Kelingi, Megang Sakti, Selangit, dan Terawas.
Darsan juga menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah karhutla, khususnya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.
"Dampak kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Darsan menjelaskan bahwa asap karhutla dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), menurunkan kualitas udara, serta merusak tanaman dan ekosistem.
"Upaya lain yang kami lakukan juga dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla," jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Darsan, pihaknya juga lebih intens turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi agar kesadaran terhadap bahaya karhutla semakin meningkat.
"Dengan kesiapsiagaan yang matang dan sinergi lintas sektor, kami berharap Musi Rawas dapat terhindar dari bencana karhutla selama musim kemarau," tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com