Kenapa Korban Penyekapan di Bandung Tak Kabur? Ini Uraian Pakar
Desy Selviany June 23, 2026 05:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan seorang wanita di Bandung, Jawa Barat menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat. Kenapa Korban tidak kabur saja dari pelaku? 

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel pun merangkai sejumlah teori yang diduga menjadi alasan korban yakni YTR tidak kabur setelah tiga tahun mendapatkan penganiayaan dari kekasihnya bahkan hingga disekap. 

Master Psikologi Forensik di Universitas Melbourne itu menjelaskan bahwa pasangan non menikah memang pada dasarnya punya stress yang lebih berat. 

Karena relasi keduanya sudah problematik sejak awal sehingga bisa memicu pertikaian lebih banyak. 

Di situlah biasanya yang lemah akan menjadi sasaran target kekerasan. 

“Jadi, by default, relasi mereka sudah problematik. Pemicu pertikaian jadi banyak. Yang fisiknya lemah akan menjadi bulan-bulanan,” jelasnya dihubungi Selasa (23/6/2026).

Peluang kekerasan tersebut ditambah dengan korban yang sudah terpisah dari keluarganya sehingga tidak bisa memiliki pelindung yang fundamental. 

Sehingga sebagai seorang perempuan, korban menjadi rentan mendapatkan kekerasan secara berulang karena psikis, fisik, dan sosial ekonominya sudah lemah dan rentan.

“Korban, karena terpisah dari keluarga, tidak lagi punya faktor protektif yang fundamental. Pada sisi yang sama, ada kelemahan majemuk: fisik, psikis, sosial ekonomi. Dia rentan diviktimisasi berulang, akibatnya,” jelasnya. 

Selain itu menurut Reza, karena perilaku kekerasannya ekstrim maka perlu diprofiling terkait lima dimensi dari pelaku.

Mulai dari riwayat gangguan jiwa dan penyalahgunaan narkoba, fantasi kekerasan, pola pengekspresian amarah, stabilitas pendidikan dan finansial, stabilitas domisili pelaku juga perlu diperiksa. 

“Boleh jadi banyak masalah pada kelima dimensi itu,” duga Reza. 

Baca juga: Mantan Istri Taufik Hidayat Ungkap Tabiat Pelaku yang Kasar

Reza juga menyayangkan abainya para tetangga pelaku di Kos-kosan yang cenderung diam dengan penganiayaan tersebut.

Reza menyebut para tetangga pelaku juga bisa dipidana karena melakukan pembiaran terhadap kasus pidana. 

“Bagaimana mungkin tetangga tidak tahu-menahu. Orang yang membiarkan peristiwa pidana juga bisa dipidana,” paparnya. 

Sebelumnya seorang wanita disekap kekasihnya di kosan di kawasan Bandung, Jawa Barat hingga babak belur dan buta. 

Wanita inisial YTR itu ditemukan babak belur di sebuah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai diantarkan seorang pria yang diduga kekasihnya. 

Usut punya usut, YTR merupakan wanita yang dinyatakan hilang selama tiga tahun oleh keluarganya. 

Keluarga YTR awalnya mengira korban bekerja di Jakarta hingga akhirnya hilang kontak. 

Namun korban ternyata disekap oleh kasihnya bernama Taufik Hidayat di sebuah kosan selama tiga tahun lamanya.

Pertemuan korban dan pelaku bermula pada 2023 saat di acara konser musik.

Saat itu, korban YTR yang bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung, menonton sebuah konser musik dan bertemu Taufik Hidayat.

Korban juga sempat memperkenalkan Taufik Hidayat kepada keluarganya di Rancaekek Kabupaten Bandung.

Namun kemudian korban menghilang. Keluarga sempat menghubungi korban melalui sambungan telepon namun korban seperti sengaja menghindar dari keluarga.

Bahkan keluarga sempat dibentak saat memviralkan korban yang sempat dikira keluarga menghilang.

Hingga akhirnya keluarga mendapatkan kabar korban ditemukan di UGD RSHS Bandung.

Saat di rumah sakit, korban dalam keadaan mengenaskan di mana wajahnya babak belur hingga matanya buta. 

Keluarga pun langsung melaporkan kekasih korban Taufik Hidayat ke pihak Kepolisian. 

Pihak Kepolisian sempat mengendus keberadaan pelaku namun Taufik Hidayat berhasil kabur saat hendak ditangkap Polisi. 

Polisi sendiri kesulitan menangkap pelaku karena Taufik Hidayat kerap berpindah-pindah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.