7 Vihara di Solo Jadi Bukti Nyata Harmoni dan Toleransi Antarumat Beragama
Tim TribunStyle June 23, 2026 05:44 PM

Laporan Reporter TribunStyle.com, Sinta Manila

TRIBUNSTYLE.COM - Kota Solo dikenal sebagai salah satu pusat budaya Jawa yang masih menjaga tradisi dan warisan sejarah hingga saat ini. Namun di balik identitasnya sebagai kota budaya, Solo juga menyimpan wajah lain yang tak kalah menarik, yakni keberagaman dan toleransi yang hidup berdampingan di tengah masyarakat.

Salah satu bukti nyata kerukunan tersebut dapat dilihat dari keberadaan sejumlah vihara yang tersebar di berbagai wilayah Kota Solo. Tak hanya menjadi tempat ibadah umat Buddha, vihara-vihara ini juga menjadi bagian penting dari sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Kota Bengawan.

Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Ikon Wisata Religi yang Memukau dengan Sentuhan Timur Tengah

Melalui unggahan video yang beredar di media sosial, tujuh vihara di Solo diperkenalkan sebagai simbol nyata toleransi yang telah tumbuh selama bertahun-tahun. Masing-masing vihara memiliki karakteristik, sejarah, serta daya tarik tersendiri yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.

1. Vihara Lotus Solo

Berlokasi di kawasan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Vihara Lotus Solo menjadi salah satu pusat kegiatan umat Buddha di wilayah barat Kota Solo.

Lingkungannya yang tenang dan asri membuat vihara ini kerap digunakan sebagai tempat beribadah, meditasi, hingga kegiatan keagamaan lainnya. Suasana yang nyaman juga menjadikan tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin mencari ketenangan di tengah kesibukan kota.

Lokasi: Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo
Jam operasional: 05.30–21.00 WIB

7 VIHARA DI SOLO - Suasana beberapa vihara di Kota Solo. Keberadaan tujuh vihara yang tersebar di berbagai wilayah menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran di Kota Bengawan. (TribunStyle.com/Sinta Manilasari)

2. Vihara Bodhisasana (Vihara Kampus UNS)

Berada di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), Vihara Bodhisasana menjadi pusat kegiatan kerohanian bagi mahasiswa dan sivitas akademika beragama Buddha.

Keberadaan vihara di lingkungan kampus menjadi gambaran bagaimana keberagaman tumbuh dan dihargai di dunia pendidikan. Selain digunakan untuk ibadah rutin, vihara ini juga menjadi tempat berbagai kegiatan pembinaan spiritual mahasiswa.

Lokasi: Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami No. 36, Jebres, Solo
Jam operasional: Menyesuaikan jadwal kegiatan kampus dan kerohanian.

Baca juga: Menelusuri Jejak Wedang Serbat, Minuman Hangat Khas Solo yang Lahir dari Kultur Timur Tengah

3. Vihara Dhamma Sundara

Vihara Dhamma Sundara dikenal luas sebagai "Candi Putih" karena bangunannya yang megah dengan dominasi warna putih.

Terletak di kawasan Pucangsawit, Jebres, vihara ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup populer di Solo. Arsitekturnya yang unik membuat banyak pengunjung datang untuk beribadah maupun menikmati keindahan bangunannya.

Lokasi: Jl. Ir. Juanda No. 223B, Pucangsawit, Jebres, Solo
Jam operasional: 09.00–17.00 WIB

4. Vihāra Maitreya Muni

Vihāra Maitreya Muni menjadi salah satu tempat ibadah umat Buddha yang aktif di kawasan Jebres.

Meski tidak sebesar beberapa vihara lainnya, tempat ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Suasananya yang tenang membuat vihara ini nyaman digunakan untuk beribadah.

Lokasi: Jl. A.R Hakim No. 73, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo
Jam operasional: Menyesuaikan jadwal kebaktian

5. Cetya Ksitigarbha

Cetya Ksitigarbha yang berada di kawasan Punggawan, Banjarsari, juga menjadi salah satu tempat ibadah umat Buddha yang cukup dikenal di Kota Solo.

Bangunannya yang sederhana namun nyaman membuat tempat ini rutin digunakan untuk berbagai kegiatan puja bakti dan pembinaan umat.

Lokasi: Jl. Hasanudin No. 113, Punggawan, Banjarsari, Solo
Jam operasional: 05.00–19.00 WIB

6. Vihara Lemah Abang Solo

Berada di kawasan Kadipiro, Vihara Lemah Abang menjadi tempat berkumpul umat Buddha untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, vihara ini juga aktif mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan warga sekitar.

Lokasi: Lemah Abang, Kadipiro, Banjarsari, Solo
Jam operasional: 10.00–21.00 WIB

7. Vihara Alokiteswara (Kelenteng Tien Kok Sie)

Vihara Alokiteswara atau lebih dikenal sebagai Kelenteng Tien Kok Sie merupakan salah satu rumah ibadah Buddha tertua dan paling bersejarah di Kota Solo.

Terletak di kawasan Sudiroprajan dekat Pasar Gede, vihara ini telah menjadi bagian penting dari sejarah komunitas Tionghoa di Solo. Arsitekturnya yang khas dengan ornamen tradisional Tionghoa menjadikannya salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Lokasi: Jl. RE Martadinata No. 12, Sudiroprajan, Jebres, Solo
Jam operasional: 06.00–18.00 WIB

7 VIHARA DI SOLO - Suasana beberapa vihara di Kota Solo. Keberadaan tujuh vihara yang tersebar di berbagai wilayah menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran di Kota Bengawan.
7 VIHARA DI SOLO - Suasana beberapa vihara di Kota Solo. Keberadaan tujuh vihara yang tersebar di berbagai wilayah menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran di Kota Bengawan. (TribunStyle.com/Sinta Manilasari)

Keberadaan tujuh vihara tersebut menunjukkan bahwa Solo bukan hanya kota budaya, tetapi juga kota yang mampu menjaga keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Di tengah perbedaan keyakinan, masyarakat hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormati satu sama lain.

Bagi wisatawan, mengunjungi vihara-vihara ini dapat menjadi pengalaman menarik untuk mengenal sisi lain Kota Solo. Selain menikmati keindahan arsitektur dan suasana yang tenang, pengunjung juga dapat melihat langsung bagaimana nilai toleransi menjadi bagian dari identitas Kota Bengawan hingga sekarang.

(TribunStyle.com /Sinta Manila/Farah Aulya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.