TRIBUNSTYLE.COM - Pihak kepolisian hingga kini masih terus mengusut tuntas kasus penganiayaan disertai penyekapan yang menimpa YTR, wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Akibat kekejaman yang dialaminya, saat ini YTR harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Langkah medis ini diambil lantaran kondisi fisik korban sungguh memprihatinkan akibat siksaan bertubi-tubi.
Korban ditemukan dengan luka mengerikan di sekujur tubuh. Di mana area kepala dipenuhi luka bernanah, wajahnya hancur, kehilangan bibir, hingga menderita kebutaan pada mata.
Tidak hanya itu, permukaan kulitnya dipenuhi bekas sundutan rokok, serta bagian kaki yang mengalami luka bacok.
Seluruh penderitaan tidak manusiawi ini merupakan ulah keji Taufik Hidayat, yang tak lain adalah kekasih korban sendiri.
Menilik ke belakang, hubungan keduanya bermula dari sebuah pertemuan di acara konser musik yang digelar di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.
Awalnya, jalinan asmara mereka tampak normal seperti pasangan biasa, bahkan Taufik sempat menunjukkan itikad baik dengan bertamu ke rumah orang tua YTR di Rancaekek.
Namun tragis, setelah kunjungan tersebut, YTR sulit untuk dihubungi keluarga.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus memburu keberadaan Taufik yang buron.
Di tengah proses penyelidikan, polisi juga berhasil mengungkap fakta bahwa pelaku sudah pernah menikah.
Lewat keterangan dari mantan istri Taufik Hidayat, ditemukan fakta mengejutkan. Seperti apa?
Baca juga: Wanita yang Disekap di Bandung Ungkap Cara Pelaku Membuatnya Tak Bisa Kabur, Mata Sasaran Pertama
Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap mantan istri dari Taufik Hidayat, pria yang diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap YTR (29) di Kabupaten Bandung.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, rangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dilakukan untuk membuka tabir dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.
"Yang kami temui ini adalah mantan istrinya yang lama sudah putus, itu yang sedang kita konfirmasi dan dia juga diperlakukan yang sama, tapi tidak separah yang ini," kata Hendra di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (23/6/2026).
Hendra mengungkapkan, saat ini polisi tengah melakukan rangkaian penyidikan hingga pengejaran terhadap Taufik Hidayat. Lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian Taufik terus diidentifikasi dan dilakukan penyelidikan.
"Secara teknis tidak bisa kami sampaikan, sudah diidentifikasi tapi kita lakukan penyelidikan," ungkapnya.
Dia menegaskan tim khusus telah dibentuk untuk mengejar Taufik Hidayat.
"Sudah, kita membentuk tim khusus, gabungan, Insya Allah kita doaakan semoga segera terungkap," tegasnya.
Di sisi lain, tambah Hendra, polisi belum menerima laporan resmi terkait adanya dugaan wanita lain yang menjadi korban penganiayaan oleh Taufik Hidayat.
Sejauh ini, polisi baru menerima laporan resmi dugaan penganiayaan dari pihak YTR.
"Sementara ini identifikasi korban sampai saat ini masih satu. Kalau korban yang lain, kami masih menunggu apakah ada korban yang bersangkutan juga, kita tunggu laporannya," tandasnya.
Baca juga: Kubu Taufik Hidayat Berkelit, Tuduh Korban Penyekapan di Bandung Selingkuh: Dia yang Minta Kabur
Penyekapan sadis ini diperkirakan telah berlangsung selama kurun waktu tiga tahun. Misteri ini mulai tersingkap pada pertengahan Juni 2026, ketika korban ditemukan dalam kondisi kritis di area IGD RSHS Bandung.
Pihak keluarga awalnya dikejutkan oleh pesan singkat dari nomor misterius via aplikasi WhatsApp yang mengklaim bahwa korban sedang dilarikan ke rumah sakit akibat insiden kecelakaan.
Tanpa membuang waktu, pihak keluarga langsung mendatangi lokasi RSHS untuk melakukan pengecekan.
Namun, setibanya di sana, keluarga terpukul mendapati tubuh YTR dipenuhi luka berat yang mencakup bagian kepala, wajah, tangan, hingga kaki.
Perwakilan keluarga korban, Syahrul, menjabarkan bahwa kondisi wajah saudaranya tersebut mengalami kerusakan parah, infeksi pada kedua mata, luka robek di bibir atas, serta luka sabetan senjata tajam pada kaki.
Hingga kini, YTR masih dirawat di ruang perawatan intensif dan dijadwalkan menjalani rangkaian operasi lanjutan.
Meski komunikasi sudah mulai bisa dilakukan, Syahrul menyebut kapasitas interaksi sang kakak saat ini masih berjalan sangat terbatas.
(TribunStyle.com)(TribunJabar.id/Rahmat Kurniawan)