Kondisi Wanita asal Bandung yang Disekap Pacar, Mulai Membaik, Bisa Diajak Komunikasi tapi Terbatas
Listusista Anggeng Rasmi June 23, 2026 05:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan selama bertahun-tahun, masih menjadi perhatian banyak pihak.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang dideritanya.

Tim medis terus berupaya memulihkan kondisi fisik korban yang mengalami sejumlah cedera serius di berbagai bagian tubuh.

Selain luka fisik, pemulihan kondisi psikologis korban juga menjadi fokus penting dalam proses perawatan.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap korban belum dapat dilakukan secara maksimal.

Kondisi kesehatan YTR yang belum sepenuhnya stabil membuat penyidik harus menunggu hingga korban benar-benar siap memberikan keterangan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa komunikasi dengan korban masih sangat terbatas.

Hendra juga memaparkan sejumlah luka berat yang dialami korban.

Kedua mata korban dilaporkan mengalami gangguan serius hingga menyebabkan kebutaan.

WANITA DISEKAP PACAR - Terungkap kondisi miris wanita di Bandung yang disekap pacarnya selama tiga tahun. Bibir korban hilang, tubuhnya penuh memar dan sundutan rokok. ((Ist)/TribunBogor)

Baca juga: Taufik Hidayat Pria yang Potong Bibir Pacar di Bandung Pernah Menikah, Mantan Istri juga Disiksa

Tidak hanya itu, enam gigi bagian depan korban juga rontok, sementara bibirnya mengalami luka parah hingga tampak sumbing.

Polisi menduga sebagian luka tersebut disebabkan oleh tindakan kekerasan menggunakan benda tajam.

"Dugaannya akibat benda tajam karena dipukul oleh pelaku," katanya.

Di sisi lain, perkembangan kondisi korban menunjukkan tanda-tanda yang cukup menggembirakan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan kondisi YTR perlahan mulai membaik setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.

Meski demikian, korban masih membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan kunjungan pun dibatasi demi mempercepat proses pemulihan.

Saat menjenguk korban bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Siska melihat adanya perkembangan positif dalam kemampuan komunikasi korban.

"Korban sudah bisa berkomunikasi tapi tak banyak. Saat ini kita harapkan banyak beristirahat dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya," katanya, dikutip dari TribunJabar.id.

Terkait kemungkinan tindakan operasi rekonstruksi untuk memulihkan luka-luka yang dialami korban, Siska menyatakan harapan tersebut tetap terbuka.

Namun, proses medis itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena kondisi korban harus benar-benar siap terlebih dahulu.

"Tapi, mungkin perlu waktu ya dan tak bisa langsung sekali operasi. Banyak tahap sebelum ke sana yang tentu perlu ada pemulihan-pemulihan dahulu dengan kondisinya sehingga nanti ketika sudah siap baru bisa dilaksanakan rekonstruksi," katanya.

 Saat ini, seluruh pihak berharap kondisi YTR terus membaik sehingga ia dapat menjalani proses pemulihan secara menyeluruh dan memperoleh keadilan atas peristiwa yang dialaminya.

WANITA DISEKAP 3 TAHUN - Akal-akalan Pria Sekap Kekasih 3 Tahun di Bandung, Korban Dianiaya Sampai Buta, Sebut Kecelakaan
WANITA DISEKAP 3 TAHUN - Akal-akalan Pria Sekap Kekasih 3 Tahun di Bandung, Korban Dianiaya Sampai Buta, Sebut Kecelakaan ((Ist)/kolase Istimewa)

Baca juga: Tega Potong Bibir Wanita di Bandung, Taufik Sempat Ancam Penjaga Kos, Suruh Bohong di RS: Bawa Golok

Pelaku Masih Diburu Polisi

Sebelumnya, Kombes Hendra menuturkan timnya telah memburu pelaku.

Diduga, pelaku merupakan pria berinisial TH (30) yang dikenal korban saat melihat konser musik pada 2023 lalu.

Ia menuturkan pelaku sempat hampir ditangkap, tetapi berhasil kabur saat hendak digerebek.

Hendra mengatakan polisi berhasil memetakan pergerakan pelaku, tetapi terduga pelaku kerap berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan penangkapan.

"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," katanya, Kamis (18/6/2026).

Ia pun meminta doa kepada masyarakat supaya pelaku bisa segera tertangkap.

"Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," kata Hendra, dikutip dari TribunJabar.id.

Korban Hilang setelah Kenal Seorang Pria

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mendapatkan informasi dari seseorang yang tidak dikenal bahwa YTR tengah berada di IGD RSHS Bandung.

Dari keterangan keluarga, dugaan penyekapan dan penganiayaan ini bermula pada tahun 2023 lalu.

Saat itu YTR berkenalan dengan pria bernama TH (30) di sebuah konser musik di Kota Bandung.

Syahrul mengatakan hubungan keduanya berlanjut menjadi hubungan asmara.

Bahkan, TH sempat datang ke rumah dan diperkenalkan kepada keluarga.

"Orang itu (TH) pernah dibawa ke sini (ke rumah di Rancaekek). Waktu itu, posisinya ada saya dan mamah. Kayak biasa aja tidak ada hal yang aneh. Ngobrol seperti biasa saja," ujar Syahrul, Selasa (16/6/2026).

Ternyata pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir keluarga korban dengan putrinya.

Sejak saat itu, korban tak lagi pulang ke rumah, padahal biasanya YTR mengunjungi orang tuanya seminggu sekali. Bahkan, komunikasi dengan keluarga juga terbatas.

"Semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Sebenernya komunikasi telepon ada, tapi cuman jarang," kata Syahrul.

Syahrul juga mengatakan kakaknya tiba-tiba bersikap tidak seperti biasanya.

"Itu juga susah. Kalau dihubungin susah. Kadang kalau dihubungin itu, bilangnya kasar. Kayak bukan kakak saya sendiri," lanjutnya.

Hingga 2026 ini, pihak keluarga hanya mengetahui bahwa korban telah berhenti bekerja di Kota Bandung dan pindah kerja ke Jakarta.

Lalu pada Rabu (10/6/2026), bukannya mendapatkan kabar gembira, keluarga justru mendapatkan informasi bahwa YTR sedang dirawat di RSHS Bandung.

Awalnya keluarga korban mendapatkan informasi bahwa YTR alami kecelakaan.

Namun, setibanya di rumah, kondisi korban justru lebih parah.

Sejumlah luka ditemukan di tubuh korban, mulai di wajah, kepala, tangan, hingga kaki.

Bahkan, kedua mata korban mengalami infeksi berat.

"Kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), sekitar waktu Isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka. Dokter juga curiga, soalnya ada luka yang sudah lama gitu. Terus katanya yang nganter juga pelaku (TH)," kata Syahrul.

(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.