PROHABA.CO, ACEH BARAT - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Nasional Meulaboh–Banda Aceh, tepatnya di Gampong Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Satu unit truk trado yang membawa mobil mesin pemotong padi terperosok ke rawa di sisi jalan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, satu penumpang mengalami luka di bagian betis dan paha akibat benturan.
Di dalam truk terdapat empat orang, terdiri dari seorang sopir dan tiga penumpang.
Baca juga: Bus Travel Rombongan Wisata Religi Tabrak Truk di Tol Indrapura-Limapuluh, 7 Orang Tewas
Salah satu penumpang, Muhammad Lipinus (39), warga Teupin Raya, Geulumpang Minyeuk, Kabupaten Pidie, menjelaskan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju Aceh Barat untuk mengembalikan mesin pemotong padi kepada pemiliknya.
“Kami sedang membawa pulang mesin pemotong padi.
Tiba-tiba kendaraan sudah masuk ke rawa di pinggir jalan,” ujarnya di lokasi kejadian.
Rombongan berangkat dari Kabupaten Pidie menuju kawasan Kaway XVI, Aceh Barat, setelah menyelesaikan pekerjaan panen di wilayah Pidie.
Namun naas, saat melintas di kawasan Suak Raya, truk trado yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal akibat kehilangan kendali dan terperosok ke rawa.
Baca juga: Dua Polisi Diserang Pria Bersenjata Pedang Saat Atur Lalu Lintas di Jambi, Pelaku Masih Diburu
Sopir truk trado, Saryulis Kona (38), mengaku dirinya dalam kondisi mengantuk saat mengemudi.
Ia sempat melihat bayangan melintas di depan kendaraan sebelum truk berbelok ke kiri dan masuk ke rawa.
“Saya memang mengantuk. Saat melintas di sekitar perbatasan Kecamatan Johan Pahlawan dan Samatiga, tiba-tiba seperti ada bayangan di depan, lalu kendaraan langsung masuk ke rawa,” tuturnya.
“Dalam beberapa detik, kendaraan langsung berbelok ke kiri dan masuk ke rawa di pinggir jalan,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, truk mengalami kerusakan cukup parah.
Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa.
Hingga pukul 13.00 WIB, petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk mengamankan area, mengatur arus lalu lintas, dan membantu proses evakuasi kendaraan.
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Kelelahan dan mengantuk menjadi faktor utama penyebab kecelakaan tunggal di jalur lintas nasional yang padat kendaraan berat.
(Serambinews.com/Sadul Bahri)
Baca juga: Tabrakan Beruntun di Ulee Lheue Banda Aceh, Tiga Kendaraan Terlibat Akibat Pengemudi Mengantuk
Baca juga: Sopir Mengantuk, Mopen L300 Tabrak Pagar Rumah Warga di Aceh Besar, 4 Orang Alamai Luka-luka
Baca juga: Truk Trailer Tabrak Dua Motor Usai Adu Banteng dengan Honda Brio, Dua Tewas