Mengenalkan Budaya Indonesia Lewat Festival Seni di Belgia
GH News June 23, 2026 06:08 PM
Leuven -

Kaki Lima Festival 2026 digelar di Belgia sebagai ajang untuk mengenalkan budaya dan seni Indonesia, serta produk ekonomi kreatif karya anak bangsa.

Festival yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belgia bersama Native Indonesia, PPI Belgia, Commpassion id, dan Quindo ini digelar di digelar di HAL5 Leuven, Belgia.

Tahun ini, festival tersebut sudah memasuki keempat kalinya digelar. Festival ini menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkenalkan Indonesia melalui kuliner, seni, fashion, dan produk kreatif kepada masyarakat Belgia dan Eropa.

Hadir dalam festival ini, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Andy Rachmianto, dan Wali Kota Leuven, Mohamed Ridouani, serta Co-Founder Native Indonesia, Indah Virginia dan pengunjung warga lokal Belgia.

"Kami sangat bersyukur melihat semakin banyak masyarakat internasional yang tertarik mengenal Indonesia melalui cerita, tradisi, kuliner, dan kreativitasnya. Rasa ingin tahu itu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai latar belakang dan menciptakan ruang yang inklusif bagi semua," ujar Indah Virginia.

Kaki Lima Festival Belgia 2026Kaki Lima Festival Belgia 2026 Foto: (dok. Istimewa)

Festival ini menghadirkan berbagai pengalaman budaya Indonesia mulai dari pertunjukan seni tradisional, workshop budaya, sesi berkain, hingga ragam kuliner dan produk kreatif asli Indonesia.

Tampak bule-bule antusias mengikuti festival ini, terutama ketika mereka diajak menarikan tari Bali di atas panggung. Mereka sangat terhibur dengan semua seni pertunjukan yang ditampilkan di acara ini.

Pendekatan yang interaktif ini menjadi salah satu kekuatan dalam memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya kepada publik Eropa.

Dari sisi produk ekonomi kreatif, program Berkain yang diinisiasi Dekranasda Tanah Laut, Kalimantan Selatan di festival ini akan memperkenalkan kain Sasirangan, salah satu warisan wastra Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Antusiasme pengunjung menunjukkan bagaimana produk ekraf Indonesia ternyata dapat dikemas secara modern dan diterima oleh audiens lintas negara.

Momentum tersebut akan berlanjut melalui penyelenggaraan Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Melalui program tersebut, ICWB diharapkan menjadi ajang promosi budaya Indonesia di Eropa, serta membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan, memperluas akses pasar global, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Wahyu Setyo Widodo
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.