Flyover SKA Dinilai Belum Efektif, Pemprov Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Baru
Muhammad Ridho June 23, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan perubahan besar dalam sistem lalu lintas di kawasan Simpang SKA Pekanbaru.

Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu titik kemacetan terparah di ibu kota provinsi, Pemprov menilai keberadaan flyover belum sepenuhnya mampu mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

Sebagai langkah awal, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau akan melakukan pelebaran dua titik U-turn di Jalan Tuanku Tambusai atau Jalan Nangka.

Pekerjaan fisik tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran dilakukan untuk mendukung penerapan pola lalu lintas baru yang tengah disiapkan pemerintah.

"Dua titik yang akan kita lebarkan berada di depan RS Hermina dan sebelum Masjid Raudhatul Jannah. InsyaAllah bulan Juli sudah mulai proses," kata Zulfahmi, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pelebaran U-turn bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Langkah tersebut menjadi bagian dari skenario penataan lalu lintas yang lebih luas, termasuk rencana penutupan akses di bawah flyover dan penghapusan lampu lalu lintas di Simpang SKA.

Selama ini, kawasan pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai masih menjadi titik kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Antrean kendaraan bahkan kerap mengular hingga ratusan meter.

"Ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita bergerak cepat. Pada jam sibuk, antrean kendaraan masih panjang dan sering dikeluhkan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Kasus Flyover Simpang SKA: KPK Panggil 4 Nama dari Unsur ASN hingga Swasta

Zulfahmi menjelaskan, fokus penanganan saat ini diarahkan ke Jalan Tuanku Tambusai karena arus kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta sudah terbantu oleh keberadaan flyover.

Meski demikian, Pemprov tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pelebaran U-turn di lokasi lain apabila kondisi lalu lintas masih memerlukan penyesuaian.

"Kalau nanti dibutuhkan, bisa saja dilakukan pelebaran U-turn di depan Hotel Grand Suka maupun di depan Lotte Mart," katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa tujuan pembangunan flyover sejak awal adalah mengurai kemacetan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih terjadi kepadatan kendaraan sehingga diperlukan evaluasi dan penyesuaian sistem lalu lintas.

"Tujuan dibangunnya flyover itu untuk mengurai kemacetan, tapi yang dirasakan masyarakat saat ini malah macet. Jadi kita akan ciptakan arus lalu lintas baru dengan menutup lampu merah di Simpang SKA," tegas SF Hariyanto.

Ia memastikan perubahan pola lalu lintas tersebut akan dipercepat pelaksanaannya tahun ini. Pemerintah berharap rekayasa baru tersebut mampu memperlancar pergerakan kendaraan di kawasan yang menjadi pintu masuk menuju sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan permukiman padat penduduk di Pekanbaru.

"Tahun ini kita gesa supaya tidak ada lagi kepadatan di sana. Apalagi banyak kendaraan keluar masuk dari pusat perbelanjaan di kawasan tersebut," katanya. 

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.