Penimbunan Mangrove di Dompak Tanjungpinang Buat Walikota Lis Geram, Harus Ditindak Tegas
Dewi Haryati June 23, 2026 07:07 PM

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus penimbunan lahan mangrove di kawasan Jembatan Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bikin Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah geram.

Lis memberikan reaksi keras atas penimbunan yang telah dilakukan tersebut.

Menurut Lis, langkah itu sudah melanggar hukum dan merusak lingkungan hidup.

"Kerugian pertama mangrovenya rusak. Tidak ada pemasukan buat pemerintah daerah dan lokasi itu bukan untuk ditimbun," ujar Lis, Selasa (23/6/2026).

Ia mengaku akan menyurati sejumlah instansi terkait, agar memberikan tindakan tegas kepada pelaku penimbunan itu.

Aktivitas merusak kawasan tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan tanpa tindakan hukum.

"Tidak boleh didiamkan, harus kita tindak tegas, sehingga jadi efek jera buat yang lain," ungkapnya.

Ia meminta kepolisian mengambil langkah tegas terhadap pihak yang melakukan penimbunan lahan mangrove itu.

"Lokasi itu sebenarnya merupakan kawasan terbatas," kata Lis.

Lis menilai kawasan mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan dan tidak dapat dialihfungsikan secara sembarangan tanpa dasar hukum yang jelas.

"Saya kecewa karena hingga saat ini belum terlihat langkah penindakan yang dianggap tegas," bebernya.

Kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian karena lokasi penimbunan berada di kawasan lahan milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Saya yakin 1.500 persen ini merupakan tindak pidana. Tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Lis akan mengambil langkah administratif melalui penyegelan area tersebut. 

Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana menginstruksikan Satpol PP Kota Tanjungpinang untuk berkoordinasi dengan Satpol PP Kepri untuk melakukan pemasangan garis penyegelan sebagai bentuk penghentian sementara aktivitas di lokasi.

"Aturan dan regulasinya sudah jelas tinggal Satpol PP Kepri yang bertindak tegas," katanya.

Ia menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas, agar masyarakat percaya dengan pemerintah yang tidak hanya bicara saja.

"Harus ada keberanian dari Satpol PP. Tunggu saja update selanjutnya," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.