SURYA.CO.ID, SURABAYA - Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya sukses menyelenggarakan Outbound Sustainable Improvement 2026 di El Hotel Kartika Wijaya, Batu, Jawa Timur (Jatim).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, bertujuan memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta membangun budaya kolaboratif yang solid di lingkungan yayasan.
Mengusung tema "Patriot Merah Putih dalam Aksi, Kolaborasi Tanpa Henti", agenda rutin dua tahunan ini diikuti oleh seluruh jajaran struktural administrasi dan akademik YPTA Surabaya.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis yayasan dalam menyatukan visi seluruh elemen institusi.
Pengawas YPTA Surabaya, Ir Bantot Sutriono, M.Sc., menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah pilar utama dalam mendukung pencapaian target institusi yang lebih tinggi.
"Kekuatan sumber daya itu bisa diarahkan untuk meraih World Class University, yang paling ditekankan yaitu pada kualitas akademik," ujar Bantot pada Selasa (23/6/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Direktorat Sumber Daya Umum dan Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya, sekaligus Ketua Pelaksana, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menggabungkan unsur penguatan kinerja dan penyegaran mental staf.
"Kegiatan ini untuk mempererat persatuan dan juga me-refresh, selama ini kami sudah kerja keras. Harapannya dapat membangkitkan kembali suatu semangat kerja di lingkungan YPTA Surabaya," kata Eddy.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi kepemimpinan dan nilai kebangsaan dari para petinggi yayasan:
"Nasionalis itu memang mencintai bangsa dan mencintai negara, tetapi belum tentu siap untuk berkorban, siap untuk mempertaruhkan harta dan nyawa. Hanya mereka yang siap berkorban untuk membela kemerdekaan, kedaulatan, dan Ibu Pertiwi, maka dialah yang disebut patriot," tegas J Subekti.
Sesi ini ditutup oleh arahan dari Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI), Prof Dr Thomas Suyatno. Ia mengingatkan pentingnya melahirkan kader berkarakter demi keberlanjutan institusi.
"Pada masa itu, ketika kejayaan Sriwijaya runtuh, salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya kader yang memiliki tiga kriteria utama, yaitu integritas, komitmen, dan loyalitas kepada bangsa dan negara," tutur Prof Thomas.
Hari kedua dan ketiga diisi dengan berbagai simulasi kerja sama tim yang dipandu oleh Tim Reborn Organizer. Beberapa aktivitas menarik yang dilakukan antara lain:
Acara ditutup pada hari ketiga dengan simulasi team building lintas unit yang diakhiri dengan pembentangan banner raksasa bertuliskan "YPTA Surabaya Patriot Merah Putih" sebagai simbol kesatuan komitmen.
Turut hadir dalam acara ini Rektor Untag Surabaya beserta jajaran, pengurus yayasan, serta mitra strategis seperti Jatayu, Bank Jatim dan BNI.