Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SANY Group bersama SANY Foundation resmi meluncurkan Asia-Pacific Regional Joint Rescue Operation Network atau jaringan operasi penyelamatan bersama kawasan Asia Pasifik.
Inisiatif ini menjadi bagian dari program “Value Creates the Future, Service Reaches Every Corner-2026 SANY Asia-Pacific Service Tour” yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas tanggap darurat dan kerja sama kemanusiaan lintas negara.
Peluncuran jaringan ini disebut sebagai langkah strategis untuk membangun sistem respons bencana yang lebih cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
“Sejak didirikan, SANY selalu berpegang pada prinsip bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kontribusinya bagi masyarakat,” ujar Chairman SANY Asia-Pacific, Zhang Song, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat Dicabut, Pencarian Dilanjutkan Terbatas
Program ini, menggabungkan kekuatan teknis SANY dalam penyediaan peralatan berat dengan peran kemanusiaan SANY Foundation, dalam operasi penanganan bencana di lapangan.
Sinergi tersebut, diharapkan memperkuat efektivitas penyaluran bantuan serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Acara peluncuran di Karawang, Jawa Barat, turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Karawang, yakni Asisten Sekretariat Bidang Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat Ridwan Salam, serta Kepala BPBD Karawang Usep Supriatna.
Sejumlah jajaran manajemen SANY Asia-Pacific dan SANY Heavy Industry Indonesia juga hadir dalam agenda tersebut.
Pembentukan jaringan ini, tidak lepas dari pengalaman SANY dalam penanganan berbagai bencana sebelumnya, termasuk banjir dan tanah longsor di Sumatra pada 2025.
Saat itu, SANY Foundation mengerahkan 13 unit ekskavator untuk membuka akses darurat, memperbaiki infrastruktur, dan membantu pembersihan material longsor di 21 desa terdampak.
Selain itu, pada Januari 2026, SANY juga terlibat dalam penanganan bencana tanah longsor di Bandung Barat. Peralatan disebut dikirim dalam waktu 12 jam setelah kebutuhan operasional dikonfirmasi, dan tim mulai bekerja di lokasi terdampak sekitar 39 jam kemudian.
Dari sisi operasional, Departemen Government Affairs SANY Heavy Industry Indonesia berperan sebagai penggerak koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Baca juga: BREAKING NEWS: Aksi Penyelamatan Berujung Petaka, 6 Warga di Banjaran Hanyut
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya SANY memperkuat kontribusi sosial di Indonesia, termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah dalam sektor pendidikan, pengembangan SDM, hingga pemberdayaan pertanian strategis.
Kehadiran perwakilan pemerintah daerah dalam peluncuran ini disebut mencerminkan penguatan kemitraan antara SANY dan Pemerintah Kabupaten Karawang, tidak hanya dalam aspek industri dan ekonomi, tetapi juga pada kerja sama kemanusiaan yang berkelanjutan.
Dengan peluncuran jaringan regional ini, SANY menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di kawasan Asia Pasifik melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi teknologi, dan pendekatan kemanusiaan yang terintegrasi.