Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejumlah siswa yang belum tertampung di SMA/SMK Negeri dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Provinsi Bengkulu masih memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan.
Dinas Pendidikan (Dikbud) Bengkulu memastikan tahap lanjutan masih dibuka sebagai upaya menampung peserta didik sesuai daya tampung sekolah yang tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri mengatakan, pemerintah masih menyediakan sejumlah jalur agar seluruh peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan.
Hal itu diungkapkan Zulhendri dalam podcast Bincang Tribun di studio TribunBengkulu.com, untuk tahapan SPMB 2026 telah dilaksanakan mulai dari jalur prestasi akademik dan nonakademik, afirmasi, mutasi, hingga domisili.
Ia menjelaskan, jalur distribusi diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota kosong.
Peserta didik yang belum diterima dapat mendatangi Disdikbud Provinsi Bengkulu untuk memperoleh rekomendasi penempatan sesuai ketersediaan kursi di sekolah.
“Misalnya masih ada kuota di SMA tertentu, maka peserta didik bisa diarahkan ke sekolah tersebut sesuai kapasitas yang tersedia,” ujarnya.
Selain SMA, Zulhendri juga mengajak peserta didik dan orang tua untuk mempertimbangkan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Menurutnya, masih banyak kuota SMK yang tersedia hingga akhir Juni 2026.
Baca juga: Wali Kota Bengkulu Minta Maaf ke Nenek Tukiyem yang Kehilangan Bansos, Lurah Gu Terbukti Melanggar
Peluang lulusan SMK saat ini sangat besar karena telah terjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Dikbud Bengkulu bahkan telah menjalin kemitraan dengan lembaga pelatihan kerja yang membuka peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan di Jepang dan Jerman.
“Jangan hanya terpaku pada sekolah favorit. Saat ini SMK memiliki peluang kerja yang sangat besar, bahkan sampai ke luar negeri,” ujar Zulhendri.
Bagi peserta didik yang belum tertampung di SMA maupun SMK, Disdikbud juga menyiapkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Program tersebut memungkinkan peserta didik tetap mengikuti pendidikan formal dengan ijazah sekolah negeri.
Menurut Zulhendri, sistem pembelajaran PJJ hampir serupa dengan konsep Universitas Terbuka, yakni menggabungkan pembelajaran mandiri dan pertemuan tutorial secara berkala.
“Anak-anak tetap bisa sekolah sambil bekerja atau membantu keluarga. Ijazah yang diperoleh juga ijazah sekolah negeri,” katanya.
Di Kota Bengkulu, program tersebut berpusat di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu dan didukung sejumlah sekolah mitra di kabupaten lainnya.
Masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan atau dapat memasukkan peserta didik ke sekolah tertentu.
Ia menegaskan proses SPMB dilakukan secara transparan dan terintegrasi dengan data kependudukan nasional.
“Kami mengimbau masyarakat menjauhi praktik percaloan maupun pungutan liar. Jika ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengajak orang tua untuk memahami mekanisme SPMB sejak jauh hari agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung.
“Yang belum diterima jangan berkecil hati. Masih ada jalur distribusi, SMK, dan pendidikan jarak jauh. Insya Allah semua anak tetap mendapatkan kesempatan untuk bersekolah,” tutup Zulhendri.