Demo di DPRD Sulbar Mahasiswa Sebut Ada Tindakan Represif Aparat Saat Pengamanan
Ilham Mulyawan June 23, 2026 08:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM - ‎Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Barat (DPD IMM Sulbar), Albar Syam diduga menjadi korban represif aparat kepolisian saat aksi demontrasi di Gedung DPRD Sulawesi barat, Selasa (23/6/2026) sore.

‎Albar menjelaskan, ketika massa aksi ingin bertemu  dengan pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk menyampaikan tuntutan aliansi. 

Baca juga: 7 Pelaku dan 14 Ekor Ayam Diamankan Polisi di Lokasi Sabung Ayam Anreapi Polman

Baca juga: Kurangi Pengangguran di Sulbar Pemprov Minta Kemnaker Tambah Kuota Magang Nasional & Pelatihan Kerja

‎Namun karena tuntutan tak kunjung dipenuhi massa aksi terlibat gesekan dengan aparat kepolisian. 

Untuk meredam gesekan dengan aparat, ia mengaku turut melerai tetapi justru menjadi sasaran serangan pemukulan oleh aparat kepolisian. 

‎"Massa aksi tidak ditemui pimpinan DPRD, akhirnya massa mau menyegel terjadilah gesekan. Saya melerai tapi justru menjadi sasaran pemukulan kepolisian, " Jelas Albar dalam keterangan rilis yang diterima selasa malam.

‎Akibat pemukulan tersebut Albar mengalami luka memar di bagian wajah. 

‎Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulbar, Irwan Japaruddin mengecam keras tindakan pemukulan tersebut. 

‎Irwan menyebutkan, seharusnya kepolisian bisa memitigasi dan menjadi fasilitator untuk menyampaikan tuntutan massa aksi. 

‎"Harusnya kepolisian bisa memitigasi, bisa menjadi fasilitator terhadap tuntutan massa aksi, " tegas Irwan. 

‎Ini terus menambah catatan brutalitas aparat kepolisian yang tidak pernah berubah. 

Pihaknya memberi waktu kepada Polda Sulbar 2 x 24 jam untuk mengusut secara tuntas dan proses hukum kepada oknum polisi yang melakukan serangan kepada Ketua Umum DPD IMM Sulbar. 

"‎Karena jelas ini melanggar arahan Presiden Prabowo dan Kapolri bahwa kepolisian harus menjadi polisi rakyat dan humanis," terang Irwan. 

Sebelumnya, massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Sulawesi Barat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulbar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.