Trump dan Netanyahu Tak Lagi Romantis, AS Cemas Israel Ganggu Keberhasilan Perundingan dengan Iran
Galuh Palupi June 23, 2026 07:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak lagi romantis.

Dalam wawancara dengan Axios pada Jumat (19/6/2026), Trump berkata jujur bahwa ia mencemaskan Netanyahu bertindak gegabah terhadap Lebanon.

Jika itu terjadi, Trump khawatir bakal mengganggu upaya perundingan perdamaian dengan Iran.

“Saya harus membuatnya sedikit waras mengenai Lebanon,” kata Trump.

Trump menilai serangan Israel di Lebanon berisiko mengganggu stabilitas kawasan.

Ia juga menyebut operasi militer yang berlebihan dapat menghambat berbagai upaya diplomasi yang sedang berjalan.

Baca juga: Meja Perundingan Memanas, Iran Sempat Walk Out Abaikan Ancaman Keras AS, Perdamaian Gagal?

Menurut Trump, Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap Israel karena menjadi pemasok utama dukungan militer negara tersebut.

PERANG IRAN - Thumbail YouTube Tribunnews soal Donald Trump yang kritik keras serangan Israel ke Lebanon (YouTube/Tribunnews)

Trump mengatakan Israel sangat menghormati posisi Washington.

Karena itu, ia mengaku terus mendorong Netanyahu agar tidak memperluas konflik.

Sebelumnya, Trump juga mengkritik taktik Israel yang menghancurkan bangunan untuk memburu anggota Hizbullah.

Ia menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan banyak korban sipil.

Pernyataan Trump muncul saat gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah pertempuran yang menewaskan puluhan orang di Lebanon selatan.

Trump berharap gencatan senjata itu dapat dipertahankan.

Ia menilai konflik yang terus berlanjut hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah.

Menurutnya, perdamaian di Lebanon juga penting bagi keberhasilan kesepakatan yang sedang dibangun Amerika Serikat dengan Iran.

Baca juga: Meski Sudah Berdamai, Iran Masih Siaga, Tangan di Pelatuk Siap Tembak AS Jika Perjanjian Dilanggar

Meski selama ini dikenal dekat, perbedaan pandangan Trump dan Netanyahu mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Trump mengaku tidak setuju dengan pihak-pihak yang terus mendorong perang.

Ia menegaskan tidak ingin melihat lebih banyak korban jiwa berjatuhan.

Trump juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat berdampak pada ekonomi global.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga gencatan senjata tetap berjalan.

Trump berharap situasi di Lebanon tidak kembali memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan.

AS Jalin Komunikasi dengan Oposisi Israel

Makin banyak bukti-bukti baru Donald Trump makin cueki Israel, Netanyahu 'diharamkan' kepoin isi perjanjian damai dengan Iran.  Tahukah Anda, apa isinya?
Makin banyak bukti-bukti baru Donald Trump makin cueki Israel, Netanyahu 'diharamkan' kepoin isi perjanjian damai dengan Iran.  Tahukah Anda, apa isinya? (YouTube Tribunnews)

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi Israel.

Beberapa nama yang disebut antara lain mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot.

Menurut laporan Channel 12, langkah itu dilakukan karena Washington melihat kemungkinan adanya perubahan pemerintahan di Israel setelah pemilu mendatang.

AS disebut mulai membuka jalur komunikasi dengan tokoh-tokoh yang dinilai berpeluang menggantikan Benjamin Netanyahu.

Laporan tersebut juga menyebut pemerintahan Trump memiliki kekhawatiran terhadap kelompok garis keras dalam koalisi pemerintahan Netanyahu.

Washington dikabarkan ingin membangun basis dukungan baru menjelang pemilu Israel.

Langkah itu disebut sebagai upaya memanfaatkan peluang politik yang muncul di tengah krisis kepercayaan dengan pemerintahan saat ini.

 (Tribun Style/Tribun Video)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.