TRIBUNTRENDS.COM - Keberangkatan Ruben Onsu ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah diwarnai momen penuh haru bersama kedua anaknya.
Setelah hampir tujuh bulan tidak bertemu sejak akhir 2025, Ruben akhirnya kembali berjumpa dengan buah hatinya di Bandara Soekarno-Hatta.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi perhatian publik setelah sejumlah momen kebersamaan mereka beredar luas.
Kehadiran kedua anak Ruben diketahui merupakan inisiatif dari Sarwendah yang ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk melepas sang ayah sebelum berangkat.
Dalam suasana emosional itu, Thalia bahkan memberikan bingkisan serta doa khusus untuk Ruben.
Senyum dan pelukan yang terekam kamera seolah menggambarkan kebahagiaan dari pertemuan yang telah lama dinantikan.
Namun, di balik momen tersebut, tersimpan perasaan yang tidak mudah bagi presenter ternama itu.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya sempat merasakan kecanggungan saat kembali bertemu dengan anak-anaknya.
Jarak perpisahan yang cukup lama disebut memengaruhi kedekatan emosional yang selama ini terjalin di antara mereka.
Situasi itu membuat Ruben harus beradaptasi kembali untuk membangun komunikasi dan kehangatan bersama kedua buah hatinya.
Baca juga: Ruben Onsu Marah Anak-anaknya Live Jualan, Minta Sarwendah Batasi, Kok Boleh Anak di Bawah Umur?
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya sebenarnya merasakan kecanggungan yang luar biasa saat bertemu dengan anak-anaknya.
Jarak waktu yang lama dan konflik rumah tangga yang memanas diduga telah mempengaruhi kedekatan batin antara ayah dan anak ini.
"Hubungan anak dan ayah yang belakangan ini mungkin canggung. Ruben sendiri juga mengatakan bahwa dia juga nggak percaya diri," ungkap Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Minola, Ruben merasa ada sekat yang menghalanginya untuk berinteraksi secara lepas.
Sang presenter merasa setiap gerak-geriknya selalu dipantau, yang membuatnya kehilangan kebebasan sebagai seorang ayah kandung.
"Seperti yang kita lihat pertemuan terakhir, dia merasa tidak bebas berinteraksi dengan anaknya karena merasa diawasi,
Makanya seperti yang saya katakan selalu, janganlah menjadikan ayah menjadi orang asing dan orang asing menjadi ayah," tegas Minola.
Baca juga: Sarwendah Disebut Ajukan Perdamaian, Ruben Onsu Belum Dapat Kepastian Atas Pengasuhan Anak-anak
Meskipun menyambut gembira pertemuan singkat tersebut, pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa hal itu belum memenuhi poin kesepakatan dalam Akta 39 (perjanjian perceraian).
Minola mengingatkan agar momen di bandara tidak dianggap sebagai realisasi penuh atas hak Ruben.
"Untuk melepas rindu oke, tapi kan bukan pertemuan (singkat) seperti ini yang kita inginkan.
Pertemuan itu adalah berkumpul dua sampai tiga hari dalam satu minggu setiap minggu, bukan sebulan sekali," tuturnya.
Baca juga: Ruben Onsu Tiba-tiba Beri Pesan Soal Kematian pada Anak-anaknya, Minta Dipakaikan Kaos Kaki Bekas
Pertemuan di bandara ternyata tidak menyurutkan langkah hukum yang telah diambil Ruben.
Sebelum berangkat Umrah, Ruben telah resmi mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Ada tiga poin krusial yang diperjuangkan Ruben: hak pertemuan rutin, dugaan lingkungan yang tidak aman bagi anak, serta isu eksploitasi.
Keresahan Ruben memuncak lantaran anak-anaknya kerap dilibatkan dalam sesi live jualan di media sosial.
Selain itu, munculnya nama Giorgio Antonio yang dianggap terlalu mencampuri urusan pengasuhan anak juga menjadi poin keberatan serius bagi Ruben.
"Sampai hari ini, saya tidak mendapatkan instruksi apa pun untuk menunda atau meng-hold semua upaya hukum yang sedang dilakukan," kata Minola.
Kini, bola panas berada di tangan Sarwendah. Pihak Ruben berharap ada niat baik untuk memperbaiki komunikasi dan mengembalikan peran Ruben secara utuh sebagai ayah.
Publik kini menanti hasil dari rencana pertemuan besar kedua belah pihak yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang, setelah Ruben kembali dari ibadah Umrah.
(TribunTrends/Grid.id)