Peluang Ekspor Tekstil Masih Baik, API DIY Soroti Regulasi Ekspor Dalam Negeri
Joko Widiyarso June 23, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY, Timotius Apriyanto menyebut peluang ekspor tekstil DIY masih cukup baik.

Eropa Timur menjadi kawasan yang cukup menjanjikan. Selain Eropa, Tiongkok dan Turki bisa menjadi pasar alternatif ekspor tekstil DIY.

Namun, peluang ekspor itu harus dibarengi dengan regulasi dalam negeri yang menguntungkan eksportir. 

Timotius mengatakan ada kebijakan beberapa kebijakan pemerintah yang justru mempersulit eksportir. Ia menyoroti kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan rupiah untuk transaksi lokal.

"Itu kami masih berjuang agar peraturan Bank Indonesia itu direvisi, jangan sampai kebijakan itu kemudian mempersulit (ekspor impor)," katanya, Selasa (23/6/2026).

Selain itu, pihaknya juga menyoroti soal mekanisme perizinan di tingkat pusat. Menurut dia, perizinan di tingkat pusat masih membutuhkan waktu lama.

Pihaknya mendorong pemerintah untuk melonggarkan  kebijakan dan mendukung atmosfer ekspor. Pasalnya tekanan geopolitik saat ini menyebabkan kenaikan logistik dan lain-lain.

Ia menyebut dinamika geopolitik saat ini masih menjadi tantangan yang menyebabkan kenaikan harga energi hingga berdampak pada biaya logistik. 

Jika pemerintah tidak memberikan kemudahan dalam berusaha, maka akan menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Dampaknya produkstivitas dan daya saing produk dalam negeri akan semakin turun.

"Kalau sebetulnya ekspor di satu sisi peluangnya cukup bagus, tetapi yang disayangkan ini kan regulasi dari dalam negeri yang masih berubah-ubah. Jangan sampai regulatory framework kita itu justru mengetatkan situasi yang tidak memudahkan bagi eksportir," ujarnya. (maw)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.