Jerry Sambuaga Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi, Kebutuhan Utama bagi Lulusan Perguruan Tinggi
Eti Wahyuni June 23, 2026 09:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perang dagang global, hingga transformasi ekonomi dunia menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.

Hal itu mengemuka dalam kuliah umum bertajuk ‘Trade War, AI, dan Signifikansinya untuk Indonesia’ yang digelar di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Senin (22/6/2026).

Kuliah umum tersebut menghadirkan Ketua Umum DPP AMPI sekaligus mantan Wakil Menteri Perdagangan RI periode 2019-2024, Dr Jerry Sambuaga, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang diikuti sekitar 800 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNPRI itu dimoderatori Dekan FEB UNPRI, Dr Fajar Rezeki Ananda Lubis.

Dalam pemaparannya, Jerry menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan yang kompetitif agar mampu menjadi pemenang di era digital.

Menurutnya, penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi salah satu kebutuhan utama bagi lulusan perguruan tinggi saat ini.

“Supaya bisa kompetitif, maka mahasiswa FEB UNPRI harus adaptif, termasuk menguasai AI, yang akan mampu mempermudah pelaksanaan semua aktivitas kita, termasuk di dunia kerja,” ujarnya.

Baca juga: Universitas MTU Bersama DAAI TV Gelar AI Creative Media Workshop

Jerry mengatakan, kemajuan AI memang menghadirkan berbagai manfaat dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi tersebut.

Ia menilai, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keahlian yang relevan tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka.

“Siapa yang kompetitif, itulah yang menang. Kita akui AI memang membawa dampak negatif juga selain yang positif. Mahasiswa jangan menyerahkan semua kepada AI,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan yang dibutuhkan dunia industri.

“Soal skill yang dibutuhkan di era digital ini, maka usul saya tawarkanlah apa kemampuanmu ke perusahaan, apakah skill kamu sudah kompetitif atau belum. Kalau belum, bersiaplah dan lakukan aksi. Kalau sudah kompetitif, siaplah bersaing dengan lulusan global, bukan hanya lulusan dari Indonesia. Dunia saat ini sudah tanpa batas,” tambahnya.

Selain membahas perkembangan teknologi, Jerry juga mengulas dinamika perdagangan internasional yang saat ini diwarnai berbagai kebijakan proteksionis dan perang dagang antarnegara.

Menjawab pertanyaan terkait dampak trade war terhadap Indonesia, ia menjelaskan bahwa konflik perdagangan global turut memengaruhi perekonomian nasional melalui perubahan tarif, harga komoditas, hingga fluktuasi nilai tukar.

“Saat ini perdagangan dunia penuh dengan konflik, itulah yang kita sebut trade war. Tarif impor-ekspor, harga komoditas dunia ditentukan oleh berbagai aktor. Kalau tarif ekspor naik, eksportir menjerit. Kalau tarif impor naik, importir menjerit, belum lagi kurs dolar yang terus menguat,” ujarnya.

Jerry juga menyoroti posisi China yang dinilainya berhasil memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi sektor produksi dan perdagangan.

Menurutnya, kombinasi pemanfaatan teknologi, biaya tenaga kerja yang relatif rendah, serta konsistensi implementasi kebijakan menjadi faktor yang memperkuat daya saing negara tersebut di pasar global.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD AMPI Sumatera Utara Dr dr David Luther Lubis SpOG (K), Wakil Rektor IV UNPRI Dr dr Ali Napiah Nasution MKT MKM SpKKLP (K), serta Wakil Rektor III UNPRI Refi Ikhtiari SSi MSc PhD.

Buka Peluang Kerja Sama 

Wakil Rektor II UNPRI, Prof Dr Ermi Girsang, MKes, MBiomed, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jerry Sambuaga dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kuliah umum menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami berbagai isu global yang berdampak langsung terhadap Indonesia.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai isu-isu global yang relevan dengan perkembangan Indonesia saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jerry juga mengapresiasi fasilitas pendidikan yang dimiliki UNPRI. Ia menilai fasilitas yang memadai menjadi salah satu modal penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai Wakil Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jerry turut membuka peluang kerja sama antara UPH dan UNPRI, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga pengembangan program akademik lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.