TRIBUN-MEDAN.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) ternyata tidak sepenuhnya murni menyuaran kritikan untuk kebaikan negara.
Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin alias Abdi mengaku terima suap Rp 20 juta untuk memindahkan lokasi demo dan massa.
Ia membagi uang itu ke sejumlah pimpinan BEM.
"Terkait uang itu memang saya terima, 20 persen," kata Abdi awalnya dalam video di akun @marhaenpress.
Pada pernyataan lebih lanjut Abdi mengungkapkan nominal uang yang ia terima.
"Saya mengakui kesalahan, saya menerima uang tersebut. Rp 20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan.
Dari pihak Kepolisian. (Namanya) Aan, enggak tahu (nama lengkapnya).
Cuma dia datang komunikasi, itu aja," ucap Abdi.
Baca juga: KRONOLOGI KEJI Tawuran Geng Motor di Marindal, Korban Tertinggal Lalu Dianiaya Hingga Tewas
Baca juga: Peran 6 Pelaku Penganiayaan Anggota Geng Motor hingga Tewas di Deli Serdang
Uang tersebut kemudian dibagikan ke beberapa orang.
Termasuk Ketua BEM FEB, Pujiono dan Wakil Ketua BEM FEB Rafly Bastian yang masing-masing menerima Rp 2 juta.
Hal ini diungkap Abdi dalam forum terbuka di lingkungan kampus setelah muncul isu suap dan beredar di media sosial.
Nailah, mahasiswa FH UBK angkatan 2022 yang mengikuti forum terbuka mengungkapkan awalnya Abdi tidak hadir dalam kegiatan musyawarah tersebut.
Berdasarkan penuturan Nailah, kala forum ini berlangsung, Ketua BEM FISIP dan FT menjelaskan bahwa mereka tidak tahu-menahu terkait persoalan suap-menyuap ini.
"Setelah mereka memberikan penjelasan, ada satu orang yang akhirnya menyetel sebuah percakapan antara Abdimaludin ini, Ketua BEM FH, dengan salah seorang seniornya di Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Jakpustara, bernama Raja Olowan Rambe, terkait tindakan suap-menyuap tersebut," tutur Nailah via telepon kepada Kompas.com, dilansir Tribun-medan.com, Selasa (23/6/2026).
Rekaman suara tersebut semakin memantik amarah para mahasiswa yang hadir.
"Karena memang di rekaman itu terdengar suara Abdi dan orang-orang itu saling bercakap-cakap," lanjut Nailah.
Forum terbuka ini juga direkam lewat video dan diunggah oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) UBK Marhaen @marhaenpress.
Isu yang berkembang uang suap tersebut terkait dengan pemindahan titik aksi demonstrasi dari Istana Negara ke depan Gedung DPR RI.
Demonstrasi kemarin pada akhirnya memang tetap dilaksanakan di depan Istana Negara yang berujung dengan ajakan dari Wapres Gibran Rakabuming di mana 15 orang perwakilan mahasiswa boleh masuk dan diskusi bersamanya di dalam gedung istana.
Emak-emak Pendukung Demo Dibayar Rp100 Ribu dan Panci Gratis
Saat aksi demo dimulai, para emak-emak mendapat wajan baru yang dibagi cuma-cuma.
Selain itu ada pula roti, susu, dan buah-buahan untuk mereka konsumsi.
Yuyun, seorang warga Jakarta Timur yang ikut demo mengaku mendapat uang saku senilai Rp100 ribu.
“Ongkos ada lah buat jajan. Seratus lah,” ungkap Yuyun saat baru tiba di lokasi bersama rekan-rekannya.
Lalu, siapakah yang membayar mereka? Sayangnya Yuyun tidak mengatakannya.
Yuyun mengaku mendukung program MBG, sebab anaknya merupakan bagian dari penerima.
“Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi, meningkat,” tutur Yuyun.
(*/tribun-medan.com)