Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya dimulai. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, Senin (22/6/2026).
Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan dan dapat segera digunakan pada November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, memaparkan rincian panjang perjalanan serta kendala yang dialami dalam proses relokasi dan pembangunan SDN Inpres Cikeusal yang sempat tertunda selama lebih dari delapan tahun.
Menurut dia, persoalan pembangunan sekolah ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2018.
Hambatan utama yang muncul sejak awal terletak pada proses pencarian lokasi lahan yang memakan waktu cukup lama hingga lima kali perpindahan titik.
"Sejak 2018 kalau tidak salah dan kendalanya itu di pencarian tanah sampai lima kali. Pertama geser ke arah Bantar Panjang, kemudian di jalur tadi sampai tiga kali. Akhirnya ditetapkan lokasi dari lahan milik masyarakat," ujar Aber kepada wartawan, Selasa, (23/6/2026).
Lebih lanjut, Aber mengungkapkan bahwa kegagalan proses ini terjadi karena ketidaksinkronan antara nilai apresial yang ditetapkan dengan keinginan pemilik lahan. Pihak pemerintah juga tidak berwenang menawar melebihi nilai apresial yang berlaku
Selain itu, sering kali terdapat faktor lain seperti adanya pihak-pihak tertentu yang mempengaruhi, sehingga pemilik lahan cenderung mempertahankan harga yang diinginkan.
"Kenapa gagal terus karena tidak sinkron harga apresial dengan keinginan pemilik tanah. Kita tidak boleh melebihi harga apresial, kalau kurang masih bisa diterima. Bukan itu saja, biasanya ada oknum yang bermain, akhirnya si pemilik tanah mempertahankan harga. Itu sebenarnya faktor utamanya," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa jika lahan sudah dapat dipastikan sejak awal, pembangunan seharusnya sudah selesai jauh sebelum ini, sebagaimana halnya proyek sekolah lain seperti SDN Cipete yang dapat diselesaikan tepat waktu.
Mengenai status pembangunan saat ini, Kadindikbud menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan.
"Terima beres terima kunci. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Nanti urusan dokumen-dokumen Tapem dan hukum akan ditangani oleh bagian terkait, Dinas Pendidikan hanya bertindak sebagai pengguna fasilitas saja," jelas Aber.
Baca juga: 8 Tahun Tertunda, Gedung Baru SDN Inpres Cikeusal Serang Mulai Dibangun Ditargetkan Rampung 6 Bulan
Namun, dalam aspek luas dan fasilitas, terdapat beberapa hal yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan Pemerintah Daerah.
Menurut Aber, meskipun luas lahan sudah terpenuhi, masih terdapat tuntutan tambahan yang belum terpenuhi dari pihak pelaksana, yaitu PT Wika selaku pengelola Jalan Tol Serang-Panimbang.
"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Bupati bahwa sebaiknya pihak tol diundang kembali karena banyak tuntutan kita yang belum terpenuhi. Awalnya kami meminta delapan ruang kelas, ditambah ruang guru dan ruang kepala sekolah. Namun yang tersedia saat ini hanya tujuh ruangan, sehingga ruang kepala sekolah belum tersedia," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hal ini terjadi karena pergantian penanggung jawab di pihak pengelola tol, sehingga negosiasi tuntutan menjadi cukup sulit.
Pihaknya berencana akan mengajak kembali pihak Bappeda serta perwakilan PT Wika untuk mengadakan musyawarah guna menyelesaikan perbedaan ini.
"Kontruksi yang dibuat sebenarnya berkualitas tinggi, besi yang digunakan berukuran besar dan kedalamannya luar biasa. Jadi kami berharap perbedaan ini bisa diselesaikan melalui pembicaraan bersama," tuturnya.
Selain itu, terdapat juga tuntutan lain terkait perlunya pembangunan TPT (Timbunan Penahan Tanah) di ujung lokasi sekolah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi risiko longsor pada area sekitar sekolah di masa mendatang.