BANJARMASINPOST.CO.ID - Penuhi panggilan penyidik, Fariz RM beber babak baru kasus pelanggaran hak cipta.
Musisi kawakan Fariz RM terekam menyambangi Gedung Polda Metro Jaya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Tak sendirian, Ia datang didampingi oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.
Tiba di Polda Metro, Fariz menemui penyidik di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Kedatangan Fariz kali ini berkaitan dengan kasus dugaan pelanggaran hak cipta yang dilaporkannya sejak 7 Juli 2023.
Pihak terlapor dalam kasus ini adalah penyanyi berinisial S.
S dituduh melakukan pelanggaran hak cipta terhadap lagu 'Diantara Kata'. Lagu tersebut dibuat oleh Fariz di tahun 1981.
"Bang Fariz melaporkan S*****. Jadi lagu tersebut diproduksi tanpa izin secara legal terkait penggunaan mechanical, hak karya cipta mechanical, mechanical rights tepatnya. Tidak ada mechanical rights-nya selama ini," kata Deolipa Yumara, dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (23/6/2026).
"Jadi kami ke sini dipanggil penyidik untuk koordinasi kelanjutan dari perkara ini. Jadi ini ada perkara yang sudah lama sebenarnya yang tidak kita sampaikan kepada publik," tambahnya.
"Penyanyi ini saya kenal dekat, sangat kenal lah," timpal Fariz RM.
Fariz mengatakan, kalau lagu 'Diantara Kata' yang diproduksi ulang S, sampai detik ini masih berada di platform digital.
"Tapi sampai saya laporkan, karena sampai sekarang hitungan royalti mechanical rights-nya tidak saya dapatkan," ucap Fariz.
Pelantun 'Barcelona' itu menceritakan bahwa kala itu, S mendatanginya untuk meminta izin untuk membawakan ulang lagu 'Diantara Kata'.
S datang tidak dengan tangan kosong. Pria berusia 67 tahun itu menyebut penyanyi muda ini datang sudah membawa hasil rekaman lagu 'Diantara Kata' versi arransemennya.
"Waktu itu saya izinkan dia pakai lagu saya, tapi harus sesuai proses sistem royalti yang sudah ada di Indonesia. Tapi ternyata tidak dilaksanakan," jelasnya.
Baca juga: Ucap Doa tentang Jodoh di Rumah Tasya Farasya, Andre Taulany: Mawadah Warahmah
"Bahkan dia sudah menyanyikan lagu ciptaan saya di konsernya sampai manggung di Java Jaz, itu juga tanpa izin saya," sambungnya.
Fariz RM menyebut sebelum melaporkan S ke polisi, ia sudah melayangkan tiga kali somasi. Bahkan, Fariz Rustam Munaf sudah mengirimkan surat yang ia buat pribadi kepada S.
"Padahal sudah saya tunggu selama satu tahun lamanya apakah ada itikad baik dia ke saya untuk mediasi atau tidak. Dia sudah tau melanggar tapi gak nunjukkin perbuatan baik lah," ujar Fariz RM.
"Karena tidak digubris ya saya laporkan dia ke polisi," sambungnya.
Setelah bebas dari penjara pada 15 Februari 2026 terkait kasus narkoba, Fariz RM membuat pengakuan mengejutkan.
Musisi legendaris itu menyatakan mundur dari aktivitas profesional di bidang publisitas dan memilih fokus menjalani hidup lebih tenang, termasuk tanpa menggunakan handphone.
"Saya, Fariz RM, mulai saat ini dan ke depannya menghentikan aktivitas secara profesional di bidang publisitas," kata Fariz RM di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, dikutip dari Wartakotalive.com, Sabtu (28/2/2026).
"Saya tetap main musik, tapi saya tidak lagi mengelola hak apa pun dari profesionalisme saya," tambahnya.
Fariz menegaskan seluruh urusan manggung, bisnis, dan royalti musik diurus oleh manajemen dan keluarga.
Ia hanya ingin manggung, membuat lagu, dan menyanyi sepenuh hati saja.
"Saya cuma mau main musik asyik asyik aja," ucap pria berusia 67 tahun ini.
"Jadi kalau mau ada urusan manggung dan wawancara, silahkan ke manajemen saya," tambahnya.
Selain meninggalkan publisitas, Fariz Rustam Munaf pun menjauhkan diri dari handphone dan gadget.
Selama mendekam di penjara, ia merasa lebih baik tanpa ponsel genggam.
"Saya tidak lagi pakai handphone teman-teman. Kapok pakai handphone! Ribet. Artinya, aduh, saya mesti ngalamin hal yang enggak-enggak karena handphone, ampun deh," jelasnya.
"Selama saya di penjara tanpa handphone, rupanya aman aman aja, gak ada masalah," sambungnya.
Pelantun 'Barcelona' ini mengakui lebih bisa menikmati kehidupan tanpa handphone.
Ia tidak mengalami pikiran berlebihan dan hidup sesuai keinginannya saja.
"Ternyata enak gitu. Saya tanya adik saya yang ngurusin saya, kira-kira ada handicap enggak kalau saya enggak pakai HP? Ternyata enggak ada. Lebih tentram, amat sangat tentram," ungkapnya.
Keputusan tersebut sekaligus membuat Fariz RM memutuskan hijrah.
Meski tidak terlalu pakem mengarah agama, hijrah yang dimaksud adalah berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi.
"Pesan Tuhan itu kepada rasul-rasulnya adalah kalau sudah tidak bisa diapa-apain lagi berhadapan dengan masalah, ya hijrah. Ini saya hijrah. Hijrah dari profesi, sosial media, pergaulan," ujar Fariz RM.
"Saya pengin mikirin diri saya sendiri dulu deh. Sudah umur 67 tahun, saya pengin main musik, manggung asik-asik aja, enggak mikirin honor," sambungnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)